Bagikan:

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa nilai ekspor Indonesia pada Maret 2025 mencapai 23,25 miliar dolar AS atau mengalami kenaikan 5,59 persen jika dibandingkan dengan Februari 2025 sebesar 21,98 miliar dolar AS.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan nilai ekspor minyak dan gas (migas) pada Maret 2025 tercatat senilai 1,45 miliar dolar AS atau naik sebesar 28,81 persen jika dibandingkan dengan Februari 2025 senilai 1,14 miliar dolar AS.

Sedangkan, nilai ekspor non migas pada Maret 2025 juga tercatat sebesar 21,80 miliar dolar AS atau naik 4,71 persen jika dibandingkan dengan Februari 2025 senilai 20,84 miliar dolar AS.

"Peningkatan ekspor secara bulanan ini utamanya didorong oleh kenaikan ekspor non migas, pada komoditas bijih logam, terak dan abu (HS 26), besi dan baja (HS 72), mesin dan perlengkapan elektrik dan bagiannya (HS 85)," ujarnya dalam konferensi pers, Senin, 21 April.

Selain itu, kenaikan nilai ekspor migas utamanya didorong oleh peningkatan ekspor hasil minyak yang memberikan andil sebesar 1,18 persen.

Amalia menyampaikan secara tahunan nilai ekspor Maret 2025 mengalami peningkatan sebesar 3,16 persen atau secara year on year (yoy) dimana kenaikan ini didorong oleh peningkatan ekspor non migas.

"Peningkatan ekspor tahunan utamanya didorong oleh meningkatnya ekspor nonmigas pada komoditas lemak dan minyak hewani nabati (HS 15), nikel dan barang daripadanya (HS 75), serta mesin dan perlengkapan elektrik dan bagiannya (HS 85)," jelasnya.

Adapun, kinerja ekspor komoditas nonmigas unggulan yaitu besi dan baja, CPO dan turunannya serta batubara memberikan andil 30,01 persen dari total ekspor non migas Indonesia pada Maret 2025.

Nilai ekspor besi dan baja naik 19,64 persen secara bulanan dan naik sebesar 11,84 persen secara tahunan. Sedangkan nilai ekspor CPO dan turunannya turun 3,55 persen secara bulanan tetapi naik 40,85 persen secara tahunan. Sementara nilai ekspor batubara turun 5,54 persen secara bulanan dan turun 23,14 persen secara tahunan.