Bagikan:

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkap, pihaknya berkomitmen untuk mendukung infrastruktur Sekolah Rakyat yang menjadi program besutan Presiden Prabowo Subianto. Untuk saat ini, ada 45 unit yang siap beroperasi untuk mendukung program Sekolah Rakyat.

Total, saat ini sudah ada 53 Sekolah Rakyat yang siap dibangun. Sementara itu, untuk 45 Sekolah Rakyat yang siap beroperasi, operasionalnya sudah bisa dimulai di tahun ajaran baru 2025.

"Kami memastikan infrastruktur dasar, seperti gedung sekolah, asrama, sanitasi dan fasilitas pendukung pembelajaran lainnya akan tersedia secara memadai. Ini penting agar anak-anak Indonesia, khususnya dari kalangan miskin ekstrem, memiliki akses terhadap pendidikan berkualitas," ujar Dody dalam keterangan resminya, Rabu, 9 April.

Untuk komitmen dukungan tersebut, Dody juga sudah menemui Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf untuk rapat koordinasi di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, pada hari ini.

"Kami sangat mengapresiasi langkah Kementerian PU dalam memberikan dukungan infrastruktur secara nyata. Tahap pertama, sudah ada 45 sekolah yang siap beroperasi tahun ajaran baru nanti dan kami optimistis delapan sekolah sisanya akan segera menyusul," ucapnya.

Nantinya, Sekolah Rakyat akan memiliki format berasrama atau boarding school. Program tersebut akan menyasar anak-anak dari keluarga dengan kategori miskin ekstrem hingga miskin untuk diberi keterampilan dan daya saing.

Adapun untuk anggaran pembangunan Sekolah Rakyat menggunakan pagu dari Kemensos. Pembangunan infrastruktur dasar didukung oleh Direktorat Jenderal Prasarana Strategis yang merupakan unit organisasi baru di Kementerian PU, yang mana fokus pada pembangunan infrastruktur bidang pendidikan.

Program itu diharapkan menjadi solusi nyata dalam memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas pendidikan bagi generasi penerus bangsa.