Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Keuangan melaporkan hingga 17 Maret 2025 pukul 11.30 WIB, realisasi pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2025 sebesar Rp18,95 triliun bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Pejabat, TNI/Polri, dan pensiunan.

Adapun, realisasi anggaran untuk THR tersebut terdiri dari alokasi untuk pembayaran bagi Aparatur Negara pada Pemerintah Pusat senilai Rp7,16 triliun untuk 1.199.793 pegawai/personil dan Pensiunan yang ditargetkan sebesar Rp11,78 triliun untuk 3.643.828 pensiunan.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Deni Surjantoro merincikan realisasi pembayaran THR untuk Aparatur Negara pada Pemerintah Pusat terdiri dari Pembayaran THR PNS sebesar Rp3,74 triliun untuk 401.050 pegawai.

Kemudian, pembayaran THR PPPK sebesar Rp160,56 miliar untuk 42.116 pegawai, pembayaran THR Anggota POLRI sebesar Rp1,42 triliun untuk 358.294 personil/pegawai.

Berikut untuk pembayaran THR Prajurit TNI sebesar Rp1,6 triliun untuk 324.471 personil/pegawai, dan pembayaran THR PPNPN sebesar Rp244,26 miliar untuk 73.862 pegawai.

"Secara keseluruhan jumlah satker yang sudah dibayarkan sebanyak 5.798 (65 persen) dari 8.852 satker. Jumlah KL yang sudah mengajukan THR sebanyak 73 K/L (77 persen) dari 95 KL," ujarnya kepada VOI, Senin, 17 Maret.

Sementara itu, Deni menyampaikan pembayaran THR pensiunan dilakukan pencairan SP2D ke bank penyalur pada tanggal 17 Maret 2025 dan akan disalurkan ke masing-masing penerima.

Adapun target pembayaran THR pensiunan sebesar Rp11,786 triliun untuk 3.643.828 pensiunan, dengan rincian PT Taspen sebesar Rp10,35 triliun untuk 3.146.637 pensiunan dan PT Asabri sebesar Rp1,43 triliun untuk 497.191 pensiunan.