Bagikan:

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan ketersediaan stok minyak goreng dengan merek Minyakita aman di pasaran, meski adanya isu produk Minyakita ditarik dari pasar karena volumenya kurang, alias tak sampai satu liter.

Lebih lanjut, Budi mengatakan pasokan Minyakita tetap aman karena produsen sudah berkomitmen untuk meningkatkan produksi hingga dua kali lipat. Karena itu, dia meminta agar masyarakat tak perlu khawatir.

“Kita memastikan bahwa ketersediaan Minyakita akan ada, tetap ada ya, jadi masyarakat tidak perlu panik,” tuturnya di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu, 12 Maret.

Budi menekankan tidak semua produk Minyakita yang dijual di pasar saat ini, isi volumenya tak sampai satu liter. Dia memastikan di pasaran juga banyak Minyakita yang volumenya sesuai takaran.

“Saya yakin tidak semua (produsen) melakukan hal yang salah ya, karena yang beredar di pasar itu juga banyak yang benar,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan Kementerian Perdagangan mulai menarik produk minyak goreng kemasan sederhana merek Minyakita, dengan takaran kurang dari satu liter yang beredar di pasaran.

“(Minyakita dengan takaran kurang dari 1 liter) yang di lapangan sudah kita tarik. Kita sudah mulai tarik,” kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Senin, 10 Maret. 

Budi mengatakan kasus Minyakita dengan takaran kurang dari 1 liter bukan kali pertama ditemukan. Menurut Budi, sebelumnya sudah pernah ditemukan pada 24 Januari 2025 lalu.

Lebih lanjut, Budi bilang pelanggaran tersebut dilakukan PT Navyta Nabati Indonesia (NNI) dan kasus tersebut sudah diselesaikan dengan menyegel perusahaan agar tidak dapat lagi beroperasi.

“Pertama kan tanggal 24 Januari waktu itu, yang Navyta, yang Navyta Nabati. Itu kan sudah diselesaikan, perusahaan sudah segel, jadi sudah tidak bisa beroperasi lagi,” ucapnya.

Kemudian, sambung Budi, kasus serupa ditemukan pada tanggal 7 Maret. Dimana pelanggaran dilakukan oleh PT Artha Eka Global Asia (AEGA) dengan mengurangi takaran kemasan Minyakita.

“Kami tanggal 7 sebelumnya sebenarnya sudah dapat laporan dan kami sudah melakukan pengawasan ke PT AEGA (Artha Eka Global Asia) di Jalan Tole Iskandar. Ya, tanggal 7 itu kita ke Jalan Tole Iskandar di Depok. Tetapi perusahaan itu sudah tutup,” jelasnya.

Namun, sambung Budi, Kementerian Perdagangan kembali melakukan penyelidikan dan menemukan pabrik Minyakita milik PT AEGA pindah lokasi ke Karawang.

“Nah, sekarang kemudian kita selidiki, nah sekarang ketemu perusahaannya pindah di Karawang. Hari ini tim Satgas Polri dan Kemendag sedang di Karawang. Ya, jadi kita masih nunggu laporannya,” ucapnya

Budi mengatakan Kemendag telah mengetahui adanya produsen Minyakita yang melakukan kecurangan terkait takaran yang tidak sesuai alias kurang dari 1 liter sesuai yang ditetapkan pemerintah.

Lebih lanjut, Budi mengatakan infotmasi mengenai kecurangan tersebut diperoleh dari masyarakat serta tim Kemendag yang terjun langsung ke lapangan.

“Jadi itu sebenarnya sudah kita dari awal sebenarnya kita sudah tahu. Kita antisipasi, langsung kita kejar ke perusahaan,” katanya.