JAKARTA - PT Adhi Karya (Persero) Tbk mengklaim belum menerima sisa pembayaran sebesar Rp2,1 triliun atas pembangunan proyek kereta api ringan atau LRT Jabodebek.
Hal itu diungkapkan Direktur Utama Adhi Karya Entus Asnawi Mukhson dalam rapat dengar pendapatan (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Rabu, 5 Maret.
Entus bilang LRT Jabodebek telah beroperasi lancar dengan rute Cibubur-Cawang-Dukuh Atas dan Bekasi Timur. Namun, kata dia, perusahaan belum menerima sisa pembayaran.
“Kami masih punya tagihan ke pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan untuk penyelesaian pembayaran pekerjaan LRT Jabodebek yang sudah beroperasi,” ujar Entus.
Entus mengatakan pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Keuangan terkait penyelesaian sisa pembayaran pembangunan proyek tersebut.
Lebih lanjut, Entus berharap tagihan sisa pembayaran atas pembangunan proyek kereta api ringan atau LRT Jabodebek tersebut bisa segera dibayarkan.
“Kami sudah bertemu juga dengan Kementerian Perhubungan, kemudian juga sudah bertemu dengan Kementerian Keuangan, sedang mencarikan polanya untuk ini,” ujar Entus.
BACA JUGA:
Sekadar informasi, LRT Jabodebek resmi beroperasi sejak Agustus 2023 dengan memiliki panjang 41,2 kilometer (km).
Anggaran pembangunan proyek tersebut mencapai Rp32,6 triliun. Namun, mengalami pembengkakan biaya atau cost overrun dari rencana awal sebesar Rp29,9 triliun.
Rute yang dijalani Cibubur-Cawang-Dukuh Atas dan Bekasi Timur. Dimana LRT Jabodebek Cibubur Line melayani perjalanan dari Stasiun Harjamukti di Depok menuju Stasiun Dukuh Atas yang melintasi 12 stasiun dengan jarak tempuh 24,3 km.
Sedangkan itu, Bekasi Line menghubungkan Stasiun Jati Mulya di Kabupaten Bekasi dengan Stasiun Dukuh Atas yang melintasi 14 stasiun dengan jarak tempuh 27,3 km.