JAKARTA - Intensitas hujan yang tinggi di wilayah Puncak, Bogor, pada Minggu, 2 Maret, mengakibatkan debit air di hulu Sungai Ciliwung terus meningkat.
Sungai pun tidak mampu menampung air hingga menggenangi permukiman warga dan merusak beberapa jembatan.
Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti menyampaikan rasa prihatin atas bencana banjir di Cisarua, Bogor, Jawa Barat.
Diana sempat meninjau lokasi pengungsian masyarakat terdampak bencana banjir di Desa Tugu, Cisarua, Kabupaten Bogor, Senin, 3 Maret.
Dia mengimbau kepada warga untuk tidak tinggal di bantaran sungai karena akan mempersempit badan sungai.
"Saya melihat bahwa sungai yang dulunya lebar, sekarang menjadi sempit karena banyak sekali rumah-rumah di bantaran sungai," ujar Diana seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Selasa, 4 Maret.
"Air itu tentunya mencari jalannya sendiri, sehingga harapan saya jangan dihuni," sambungnya
Menurut Diana, langkah-langkah penanganan pascabanjir Sungai Ciliwung di wilayah Cisarua ini harus segera dilakukan dengan berkoordinasi lintas sektoral bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun Pemerintah Kabupaten Bogor.
Penanganan pascabanjir juga termasuk upaya relokasi warga yang tinggal di badan sungai.
Pada kesempatan itu, Diana juga sempat meninjau Jembatan Hankam yang putus akibat banjir di Cisarua. Jembatan ini berada di jalan kabupaten yang menjadi akses utama penghubung Desa Lewimalang dan Jogjogan.
Total terdapat enam jembatan yang putus. Diana pun mengimbau dalam membangun jembatan yang menyeberangi aliran air/sungai, harus terlebih dahulu mendapat rekomendasi teknis dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU.
"Saya lihat sungai-sungai ini terhalang oleh konstruksi jembatan," ucapnya.
Kemudian, Diana juga meninjau Bendungan kering (dry dam) Ciawi yang berada di hilir lokasi banjir.
Bendungan ini didesain memiliki volume tampung 6,05 juta meter persegi dan luas genangan 39,40 hektare mampu mengurangi debit banjir sekitar 111,75 meter kubik per detik yang masuk ke Jakarta dengan menahan aliran air dari Gunung Gede dan Gunung Pangrango sebelum sampai ke Bendung Katulampa yang kemudian mengalir ke Sungai Ciliwung.
BACA JUGA:
Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bogor menyebabkan banjir di Kampung Pensiunan, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, pada Minggu malam, 2 Maret.
Sebanyak 423 warga terdampak akibat meluapnya aliran Kali Ciliwung ke permukiman.
Hujan dengan intensitas tinggi mulai turun sejak pukul 20.30 WIB dan menyebabkan luapan air ke rumah warga di sekitar aliran sungai.
Banjir di Puncak Bogor tersebut merendam tiga rukun tetangga (RT) dengan total 119 keluarga. Rinciannya, RT 01 sebanyak 54 keluarga atau 198 jiwa, RT 02 sebanyak 27 keluarga atau 98 jiwa dan RT 03 sebanyak 38 keluarga atau 127 jiwa. Selain merendam permukiman, banjir juga menyebabkan empat orang mengalami luka-luka.