Bagikan:

JAKARTA - Menjelang bulan suci Ramadan 1466 Hijriah, Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, mulai ramai dipadati pengunjung yang berburu berbagai kebutuhan fesyen, mulai dari pakaian, alas kaki, hingga perlengkapan ibadah seperti gamis dan mukena.

Suasana pasar terlihat semakin padat, seiring masyarakat mempersiapkan diri menyambut bulan penuh berkah.

Sukma (43), salah satu pedagang yang sudah puluhan tahun berjualan di pusat grosir terbesar se-Asia Tenggara ini, mengungkapkan peningkatan jumlah pengunjung sudah terasa bahkan sebelum Ramadhan tiba.

“Setiap tahun memang ramai kalau sudah mendekati puasa. Tapi tahun ini terasa lebih padat dibanding tahun lalu. Alhamdulillah, omzet juga ikut naik,” ujar Sukma dengan wajah sumringah saat ditemui di lapaknya, seperti dikutip ANTARA.

Untuk menyambut lonjakan pengunjung, Sukma sudah mempersiapkan berbagai produk unggulan seperti sepatu, blus, celana, gamis, dan mukena—produk-produk yang selalu menjadi incaran pembeli menjelang bulan puasa. Ia bahkan mengaku, dalam sepekan terakhir, omzetnya meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan hari biasa.

“Kalau pas begini, semua laku. Ada yang cari sepatu, baju santai, sampai mukena buat sholat. Dalam seminggu ini omzet bisa naik dua kali lipat,” jelasnya.

Sukma pun optimis, dalam beberapa hari ke depan, menjelang Ramadhan dimulai, keramaian pasar akan semakin meningkat.

Pasar Tanah Abang tidak hanya menjadi magnet bagi pembeli ritel, tapi juga bagi para pedagang dari berbagai daerah yang mencari stok barang dalam jumlah besar. Salah satunya adalah Manda (31), pedagang asal Bogor, yang rutin memborong pakaian dari Tanah Abang untuk dijual kembali di toko miliknya.

“Saya biasa beli dalam partai besar di sini, soalnya harganya miring dan pilihan modelnya lengkap. Nanti tinggal dikirim ke toko-toko langganan saya di luar kota,” jelas Manda.

Keunggulan harga grosir dan variasi produk membuat Pasar Tanah Abang tetap menjadi primadona bagi pedagang dari luar Jakarta. Hal ini juga dirasakan oleh Rozik (53), seorang pedagang asal Lampung yang setiap tahun datang ke Tanah Abang untuk membeli stok dagangan.

“Kalau cari barang baru dan harga bersaing, pasti ke sini. Saya sudah langganan dari dulu, nggak pernah pindah ke pasar lain,” katanya.

Mendekati bulan Ramadhan, denyut ekonomi di Pasar Tanah Abang semakin terasa hidup. Pedagang maupun pembeli saling berburu kesempatan, menciptakan suasana pasar yang semarak dan penuh aktivitas.