Bagikan:

JAKARTA - Lima ketua umum asosiasi pengembang menyampaikan, ingin bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto guna membahas program 3 juta rumah.

Mereka adalah Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Joko Suranto, Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah.

Kemudian, Ketua Umum Aliansi Pengembang Perumahan Nasional Jaya (Appernas Jaya) Andriliwan Muhammad, Ketum Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Ari Tri Priyono serta Ketua Umum Asosiasi Pengembangan dan Pemasaran Rumah Nasional (Asprumnas) M. Syawali.

Mereka menilai, ada sejumlah langkah yang menimbulkan ketidakpastian terhadap industri properti.

Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Joko Suranto mengatakan, pengembang sejak awal menyambut gembira dan mendukung program yang mulia dan positif tersebut.

Selama lebih dari tiga bulan, pengembang sudah mendukung dan mengikuti semangat Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Bahkan, ikut mendampingi Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) untuk melakukan sidak ke lokasi-lokasi perumahan.

Namun, para pengembang menilai, kondisi sektor perumahan menimbulkan pertanyaan.

"Yang muncul adalah kegaduhan-kegaduhan yang tidak perlu," ujar Joko dalam konferensi pers di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 18 Februari.

Kegaduhan yang dimaksud seperti isu bahwa pemerintah membangun rumah gratis, rencana penurunan harga rumah subsidi, penggunaan tanah sitaan koruptor untuk pembangunan rumah serta rencana pembentukan central purchasing perumahan.

"Kemudian, pernyataan menaikkan kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi 800.000 unit, munculnya stigmatisasi developer nakal serta mengundang advokat untuk mengadvokasi kepada developer," ucap Joko.

Joko menilai, kondisi tersebut mengakibatkan pengembang merasa tidak mendapatkan bimbingan dan perlindungan dari pemerintah.

Selain itu, pengembang merasa khawatir akan masa depan usaha mereka termasuk masa depan para tenaga kerjanya dan juga merasa tidak adanya kepastian usaha di sektor perumahan.

"Asosiasi pengembang sangat ingin bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto dan ingin mendengar langsung konsep program 3 juta rumah yang jadi salah satu program andalan Presiden," harap Joko.