Bagikan:

JAKARTA - Kementerian PUPR buka suara terkait progres pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit mengatakan, saat ini pembangunan ruas tol tersebut masih menunggu dukungan pembiayaan dari perbankan atau financial close.

"Saya kira, kalau bicara progres konstruksi, kan, mesti ada yang biayai pembiayaan perencanaan. Jadi, kami akan menunggu financial close-nya," kata Danang kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa, 28 Maret.

Danang menyebut, proyek Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi sudah dilaksanakan Penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) pada 8 Maret 2022.

Namun, hingga saat ini, masih menunggu soal pembebasan lahan untuk pembangunan ruas tol tersebut.

"Mereka, kan, sekarang fokus ke antara Mengwi sampai Pekutatan itu seksi 2 dan 3, ya, itu yang menjadi fokus mereka untuk dibebaskan (lahan), termasuk lahan untuk perusahaan daerah," ujar dia.

Adapun proyek Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi direncanakan terdiri dari tiga seksi. Seksi pertama adalah segmen Gilimanuk-Pekutatan, seksi kedua Pekutatan-Soka, dan seksi terakhir Soka-Mengwi.

Sekadar informasi, proyek ini telah groundbreaking pada 10 September 2022.

Jalan tol ini akan terbentang sepanjang 96 kilometer dan menjadi satu-satunya proyek jalan bebas hambatan yang dibangun pertama kali dengan tambahan fasilitas jalur sepeda.

Nantinya, jalan tol ini akan melewati tiga kabupaten, 13 kecamatan, dan 58 desa dengan biaya pembangunan diperkirakan mencapai Rp24 triliun.