Peraih Emas PON Papua Pulang Naik <i>Pick Up</i>, Ini Penjelasan Pemprov NTT
Peraih mendali emas asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di PON XX Papua Susanti Ndapataka dijemput memakai mobil pick up/ Twitter@narkosun01

Bagikan:

NTT - Viral di media sosial peraih mendali emas asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di PON XX Papua Susanti Ndapataka dijemput memakai mobil pick up dari Bandara El Tari Kupang menuju rumah.

Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Pemuda dan Olahraga membantah tidak melakukan penyambutas atas kedatangan peraih mendali emas cabang olahraga muaythai di PON Papua XX.

Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT Willem Enga, menyatakan tidak benar informasi yang beredar di publik yang menyatakan bahwa tidak ada penyambutan atlet Susanti Ndapataka.

"Kami sudah berada di Bandara El Tari 30 menit sebelum pesawat mendarat. Bersama kami juga, ada jajaran pengurus KONI. Setelah keluar dari ruang tunggu, kami lakukan penjemputan dan pengalungan bunga," kata Willem dalam keterangan yang diterima di Kupang, dilansir Antara, Kamis, 7 Oktober.

Willem mengatakan sebelumnya pihaknya juga telah menyiapkan acara penyambutan sederhana di Gedung Olahraga Pemprov NTT, karena atlet dan pelatih Muaythai tersebut adalah binaan Dispora di Pusat Pembinaan dan Latihan Olahraga Daerah (PPLD) dan Pusat Pembinaan dan Latihan Mahasiswa Daerah (PPLMD) NTT.

Namun demikian, kata dia pelatih tetap memilih untuk bersama komunitas yang datang menjemput menggunakan mobil pick up dan langsung menuju camp yang juga diantar perwakilan pemerintah provinsi.

"Kami tawarkan berkali-kali kepada atlet, manajer serta pelatih untuk bersama-sama ke GOR tapi pelatih bilang, biar kami dengan komunitas yang jemput," katanya.

Pelaksana Tugas Kepala Biro Administrasi Pimpinan NTT Prisilia Parera mengatakan pemerintah provinsi tetap berkomitmen memberikan perhatian kepada para atlet yang bertanding di PON Papua.

Pemerintah provinsi, kata dia sudah hadir melakukan penjemputan dan penyambutan namun pihak pelatih lebih memilih menggunakan mobil pick up.

"Tentu naik pick up bukan sesuatu yang hina. Kita hargai upaya komunitas masyarakat untuk menggunakan pick up sebagai kendaraan terbuka, mungkin maksudnya supaya lebih meriah," katanya.

Namun untuk protap pemerintah sendiri, kata dia penjemputan atlet dilakukan dengan sederhana atau tanpa pawai karena situasi pandemi COVID-19 yang masih berlangsung.

Prisilia menambahkan, pemerintah provinsi telah menjadwalkan penyambutan secara resmi semua atlet yang PON pada 17 Oktober mendatang.