Bagikan:

JAKARTA - Militer Amerika Serikat mengklaimtelah melakukan rangkaian serangan balasan baru terhadap Iran dengan menargetkan lebih dari 80 sasaran.

Komando Pusat AS (CENTCOM), Selasa malam (7/7) waktu setempat, menyatakan aksi itu merupakan bentuk sebagai balasanatas serangan terbaru Iranterhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Dalam pernyataannya, CENTCOMmenyerang target sistem pertahanan udara Iran, jaringan kontrol dan komando, situs radar pantai, kemampuan sistem rudal anti-kapal, sertalebih dari 60 perahu kecil milik Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) di dalam dan sekitar Selat Hormuz.

"Sebagai balasan langsung atas serangan terbaru Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz,"menurut pernyataan CENTCOM.

Operasi militer itu bertujuan melemahkan kemampuan Iran yangterus menyerang perdagangan internasional melalui koridor perdagangan internasional, menurut CENTCOM.

"Pasukan CENTCOM tetap siaga dan siap meminta pertanggungjawaban Iran jika perjanjian (gencatan senjata) tidak dipatuhi," demikian pernyataan tersebut.

Sementara itu, media Pemerintah Iran pada Rabu pagi melaporkan telah terjadi sejumlah ledakan di beberapa daerah di Iran selatan.

Sebelumnya, Selasa (7/7), Qatar memanggil wakil duta besar Iran di Doha untuk memprotes serangan Iran terhadap kapal milik Qatar, Al Rekayyat, di dekat Selat Hormuz.

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri IranEsmaeil Baghaeimembantah tuduhan Qatartersebut. Baghaeimenegaskan pihaknya tetap berkomitmen untuk memastikan navigasiaman di SelatHormuz.

"Kapal-kapal yang menggunakan rute yang tidak dikoordinasikan dengan otoritas Iran akan menghadapi risiko dan mengganggu upaya Republik Islam Iran untuk memfasilitasi lalu lintas yang aman di Selat Hormuz,"kata Baghaei.

Sementara itu,IRIBmelaporkansebuah kapal tanker minyak milik Qatar, yang mencoba melintasi rute Oman melalui Selat Hormuz dengan pengawalan Angkatan Laut AS, menjadi sasaran setelah mengabaikan peringatan berulang dari pasukan Iran.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+