Bagikan:

JAKARTA - Lengan Tyrannosaurus rex selama ini sering jadi bahan candaan. Tubuhnya raksasa, rahangnya mengerikan, tetapi lengannya pendek sekali. Studi baru menyebut T. rex tak lagi mengandalkan lengan untuk berburu. Peran itu diambil alih kepala dan rahangnya yang jauh lebih kuat.

Menurut laporan The Independent yang dikutip Kamis, 22 Mei, studi yang terbit di jurnal Proceedings of the Royal Society B Biological Sciences menyebut lengan kecil pada T. rex berkaitan dengan perkembangan tengkorak besar dan kuat.

T. rex bisa tumbuh sekitar 40 kaki atau 12 meter panjangnya, dan 20 kaki atau 6 meter tingginya. Namun, kaki depannya hanya sekitar 3 kaki atau kurang dari 1 meter, tidak jauh dari panjang lengan manusia.

Menurut peneliti, perubahan tubuh ini terjadi ketika ukuran mangsa dinosaurus juga makin besar. Salah satunya sauropoda, dinosaurus herbivora berleher panjang yang bisa mencapai 100 kaki atau sekitar 30 meter.

“Kami berusaha memahami apa yang mendorong perubahan ini dan menemukan hubungan kuat antara lengan pendek dan kepala besar yang terbentuk sangat kuat,” kata Charlie Roger Scherer, penulis studi dari University College London.

“Kepala mengambil alih peran lengan sebagai metode serangan. Ini kasus ‘gunakan atau hilang’. Lengan tidak lagi berguna dan ukurannya menyusut seiring waktu,” ujarnya dikutip The Independent.

Di dunia prasejarah, mencengkeram sauropoda raksasa dengan cakar bukan pilihan paling efektif. Rahang yang kuat lebih berguna untuk menyerang dan menahan mangsa.

Para peneliti menyebut ukuran mangsa yang makin besar kemungkinan memicu “perlombaan senjata evolusioner”. Artinya, pemangsa dan mangsa sama-sama berubah untuk bertahan hidup. Dalam kasus ini, dinosaurus pemangsa mengembangkan tengkorak dan rahang yang makin kuat.

Dalam studi itu, ilmuwan mengukur kekokohan tengkorak dari ukuran kepala, sambungan tulang kepala, dan kekuatan gigitan. T. rex mendapat skor tertinggi, disusul Tyrannotitan, dinosaurus berkaki dua yang hampir sebesar T. rex dan hidup di wilayah Argentina modern pada periode Kapur Awal, sekitar 145 juta hingga 100 juta tahun lalu.

Peneliti juga membandingkan panjang lengan dan ukuran tengkorak pada lima kelompok dinosaurus. Hasilnya, lengan yang mengecil lebih kuat terkait dengan tengkorak yang kokoh dibanding ukuran tengkorak saja atau ukuran tubuh secara keseluruhan.

Mereka juga mencatat, beberapa dinosaurus predator bertubuh lebih kecil tetap memiliki kepala kuat dan kaki depan pendek.

Para peneliti menyimpulkan, kaki depan dinosaurus theropoda besar itu mengecil karena tidak lagi berperan penting dalam menangkap mangsa. Theropoda adalah kelompok dinosaurus pemakan daging yang berjalan dengan dua kaki, termasuk T. rex.

Dalam studi lanjutan, peneliti ingin memahami bagaimana fungsi kaki depan kecil ikut berperan dalam evolusi bulu dan kemampuan terbang.

“Peristiwa-peristiwa ini mengakibatkan peralihan dari melumpuhkan mangsa dengan kaki depan yang mencengkeram menjadi menggunakan gigitan kuat dan tengkorak yang kokoh,” tulis para peneliti.