JAKARTA - Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi'i menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat dibutuhkan oleh santri di pondok pesantren maupun satuan pendidikan keagamaan lainnya di lingkungan Kementerian Agama.
“Program ini sangat dibutuhkan masyarakat dan manfaatnya nyata dirasakan di lapangan,” ujar Romo Syafi’i usai rapat koordinasi dengan jajaran BGN dan Kantor Staf Presiden dilansir ANTARA, Senin, 11 Mei.
Kementerian Agama, kata dia, mendorong percepatan dan akselerasi implementasi Program MBG pada seluruh satuan pendidikan di bawah Kementerian Agama agar manfaat program dapat segera dirasakan lebih luas oleh peserta didik dan tenaga kependidikan.
Romo Syafii juga menyampaikan telah terdapat kesepakatan terkait pemberian ruang bagi satuan pendidikan di bawah Kementerian Agama yang memiliki jumlah peserta didik atau santri di atas 1.000 orang untuk mendirikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara mandiri di lingkungan pendidikan yang mereka kelola.
“Ini langkah yang sangat baik karena pesantren dan satuan pendidikan keagamaan dapat lebih mandiri dalam pengelolaan layanan pemenuhan gizi bagi santri dan peserta didiknya,” ujar Wamenag.
Ia menjelaskan pengusulan pendirian SPPG dilakukan oleh yayasan atau lembaga yang menaungi satuan pendidikan tersebut agar manfaat program dapat kembali secara langsung kepada pesantren dan lingkungan pendidikan yang bersangkutan. Ketentuan teknis lebih lanjut akan diatur dalam petunjuk teknis Badan Gizi Nasional (BGN).
Selain itu, Wamenag menegaskan konsep dapur MBG pada pesantren perlu bersifat adaptif dengan tetap memperhatikan karakteristik dan kebutuhan pesantren.
Sekretaris Utama Badan Gizi Nasional Sarwono menegaskan komitmen BGN untuk terus memperkuat kerja sama dengan Kementerian Agama dalam menyukseskan implementasi program MBG di lingkungan pondok pesantren dan satuan pendidikan keagamaan.
Menurutnya, kolaborasi antara BGN dan Kementerian Agama menjadi penting untuk memastikan program MBG dapat berjalan efektif, tepat sasaran, serta mampu menjangkau lebih banyak pesantren dan santri di seluruh Indonesia.
“BGN siap bekerja sama dan bersinergi dengan Kementerian Agama untuk menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis di pondok pesantren, termasuk dalam penguatan tata kelola layanan, koordinasi pelaksanaan, serta pengembangan sistem yang adaptif dengan karakteristik pesantren,” ujar Sarwono.