MAGETAN - Sebuah bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Bendo di Desa Bendo, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, roboh setelah diguyur hujan deras pada Minggu malam kemarin.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan menyebut bangunan roboh diduga karena kondisi struktur yang telah lapuk dan usia bangunan yang sudah tua.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magetan Eka Radityo mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, material bangunan yang ambruk menimpa satu unit truk milik warga yang terparkir di samping sekolah.
“Truk tersebut mengalami kerusakan kategori sedang di beberapa bagian badan kendaraan karena tertimpa reruntuhan bangunan,” ujar Eka dalam keterangannya, Antara, Senin, 13 April.
Truk itu diketahui milik Iskandar (55), warga Desa Bendo.
Setelah menerima laporan dari warga pada Minggu malam, BPBD langsung mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusdalops-PB ke lokasi untuk melakukan pendataan serta asesmen awal.
“Kami langsung berkoordinasi dengan pihak sekolah, warga, serta Disdikpora Magetan untuk langkah penanganan selanjutnya,” kata Eka.
Pembersihan material bangunan dilakukan pada Senin (13/4) pagi mulai pukul 08.00 WIB dengan melibatkan personel BPBD, pihak sekolah, dan warga sekitar melalui kerja bakti gotong royong.
Sebagai langkah antisipasi darurat, area sekitar bangunan yang roboh langsung disterilkan. Petugas memasang pelang pengaman agar warga, terutama anak-anak, tidak mendekati lokasi guna menghindari risiko tertimpa reruntuhan susulan.
BPBD juga mengimbau masyarakat Magetan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi pada masa peralihan musim hujan ke kemarau.
BACA JUGA:
Berdasarkan data BPBD, sepanjang Maret 2026 tercatat 84 kejadian bencana dan insiden di wilayah Magetan, yang didominasi cuaca ekstrem, tanah longsor, banjir luapan, hingga evakuasi pencarian dan pertolongan.