Bagikan:

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran pemerintah bergerak lebih cepat, lebih efisien, dan lebih rapat dalam menutup kebocoran. Pesan itu disampaikan dalam rapat kerja pemerintah selama sekitar empat jam yang dihadiri unsur eksekutif lengkap hingga level eselon I.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan Presiden dalam rapat itu memberi arahan, panduan kerja, sekaligus menyampaikan apresiasi karena dalam satu setengah tahun terakhir sejumlah program pemerintah mulai menunjukkan hasil yang dinilai cukup signifikan.

Namun pujian itu tidak membuat rem ditarik. Presiden, kata Prasetyo, justru meminta seluruh jajaran bekerja lebih giat, lebih cepat, lebih produktif, dan lebih efisien.

“Kurangi kebocoran dan seterusnya,” kata Prasetyo kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 8 April.

Salah satu penekanan Presiden adalah soal cadangan energi. Menurut Prasetyo, yang dimaksud Presiden dengan cadangan satu tahun adalah memastikan suplai bahan bakar aman hingga akhir tahun atau untuk 12 bulan ke depan, setidaknya dari sisi pasokan.

Dengan kata lain, pemerintah lebih dulu diminta membereskan soal ketersediaan energi, bukan sekadar bicara target di atas kertas. Pasokan harus aman dulu, baru langkah berikutnya dipercepat.

Di saat yang sama, pemerintah juga diminta mulai mengurangi ketergantungan pada energi berbasis fosil. Prasetyo mengatakan upaya itu akan dijalankan paralel dengan pengamanan suplai, dengan mendorong percepatan peralihan menuju energi baru terbarukan.