JAKARTA - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah memastikan dua prajurit TNI yang terluka akibat terkena ledakan saat menjalankan misi mengawal kendaraan konvoi UNIFIL di Lebanon Selatan telah dirawat di rumah sakit wilayah Beirut.
"Dua prajurit mengalami luka yaitu Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto sudah dievakuasi dan dalam penanganan medis di Rumah Sakit St. George Beirut, Lebanon," kata Aulia dilansir ANTARA, Rabu, 1 April.
Namun demikian, Aulia tidak menjelaskan secara rinci soal luka yang dialami dua prajurit TNI itu.
Dia hanya memastikan pihaknya akan terus memantau kondisi seluruh prajurit TNI yang terluka di Lebanon dan akan melakukan langkah lanjutan demi memastikan keselamatannya.
Untuk diketahui, dua prajurit TNI yakni Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan dinyatakan gugur dalam misi pengawalan kendaraan UNIFIL itu.
Aulia menjelaskan, semua bermula ketika prajurit TNI yakni Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam bagian dari East Mobile Reserve (SEMR) mengawal konvoi kendaraan UNIFIL di wilayah Lebanon Selatan, Senin (30/3).
Personel TNI tersebut mengawal kendaraan dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1.
"Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi, di mana terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya dua prajurit TNI," kata Aulia.
BACA JUGA:
Alhasil, dua prajurit TNI dinyatakan gugur dan dua lainnya mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.
Aulia memastikan TNI akan menunggu hasil investigasi dari UNIFIL untuk mengungkap penyebab terjadinya ledakan tersebut.
"Untuk mengetahui penyebab insiden tersebut UNIFIL saat ini sedang melaksanakan investigasi, TNI juga terus memonitor perkembangan situasi serta menyiapkan langkah-langkah kontijensi dihadapkan pada dinamika di Daerah Misi Lebanon," tutur Aulia.
Dengan ada peristiwa ini, total ada tiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan tugas misi kemanusiaan di Lebanon.