TOKYO — Pemerintah membawa agenda ekonomi ke Tokyo dengan mendorong investasi Jepang masuk lebih besar ke Indonesia. Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan, kunjungan Presiden Prabowo Subianto pada 30-31 Maret dibuka dengan pertemuan bersama Kaisar Naruhito, lalu berlanjut ke sesi bisnis yang mencatat kerja sama ekonomi senilai US$22,6 miliar.
Pertemuan Presiden dan Kaisar berlangsung sekitar 20 menit secara tertutup, lalu dilanjutkan dengan jamuan makan siang di istana. Menurut Sugiono, pembicaraan menyoroti hubungan Indonesia-Jepang yang selama ini sudah terjalin erat.
“Jepang merupakan mitra yang sangat strategis bagi Indonesia. Salah satu dari lima investor terbesar di Indonesia,” kata Sugiono di Tokyo, Senin, 30 Maret.
BACA JUGA:
Di hadapan pelaku usaha, Presiden juga menegaskan arah kebijakan ekonomi Indonesia. Pemerintah, kata Sugiono, sedang merampingkan aturan agar iklim investasi dan berusaha lebih kondusif.
Tak hanya itu, Indonesia juga mempercepat peralihan ke energi terbarukan. “Indonesia sekarang sedang dalam posisi full gear ahead untuk beralih ke energi terbarukan,” ujar Sugiono, mengutip pesan Presiden.
Besok, Presiden dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Jepang untuk membahas isu yang lebih luas, termasuk kerja sama antarpemerintah dan situasi global. Dari Tokyo, pemerintah ingin mengirim isyarat kalau Indonesia tidak hanya menawarkan pasar besar, tetapi juga menjanjikan perubahan aturan dan arah ekonomi yang lebih pasti.