Bagikan:

JAKARTA - Turki mengusulkan gencatan senjata singkat untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah agar proses perundingan dapat dimulai, demikian laporan Middle East Eye, Senin (23/3).

Mengutip sumber diplomatik Turki yang dilansir Antara, negara tersebut berupaya meredakan konflik dengan berkomunikasi baik bersama Amerika Serikat dan Iran serta menjajaki perundingan demi mencapai kesepakatan, kata laporan media yang berbasis di Inggris itu.

Kementerian Luar Negeri Turki tengah membangun kelompok perundingan dengan mitra-mitra di Eropa, Timur Tengah, dan regional lain untuk melawan pengaruh Israel dan membantu mengakhiri konflik, kata sumber kepada situs web media tersebut.

Di saat yang sama, sumber tersebut jugamenyoroti keraguan Ankara akan kelangsungan kesepakatan gencatan senjata jangka panjang serta komitmen Israeluntuk tidak melancarkan serangan lagi ke Iran.

Disampaikan pula bahwaPresiden Amerika SerikatDonald TrumpmenuntutIran benar-benar menghentikan program pengayaan uranium mereka menjadi batu sandungan besar dalam upaya negosiasi.

Pada 28 Februari lalu, Amerika dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran, termasuk Teheran, sehingga menimbulkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa.

Iran lantas melakukan serangan balasan terhadap wilayah Israel dan pangkalan militer milik Amerika yang berada di seantero Timur Tengah.

Amerikadan Israel awalnya mengeklaim serangan tersebut diperlukan untuk menangkal ancaman dari program nuklir Iran, tetapi kemudian jelas bahwa mereka sebenarnya menginginkan pergantian kekuasaan di Iran.