Bagikan:

JAKARTA - Pemerintah tak mau ambil risiko di puncak arus mudik. Kementerian Pekerjaan Umum langsung menggelar “operasi siaga penuh” dengan menyiapkan 1.461 unit Disaster Relief Unit (DRU) di seluruh Indonesia untuk menghadapi potensi kerusakan jalan, longsor, hingga banjir yang bisa melumpuhkan jalur mudik dalam hitungan jam.

Peralatan tersebut disiapkan untuk mempercepat penanganan jika terjadi gangguan infrastruktur jalan, seperti kerusakan jalan, longsor hingga banjir yang berpotensi menghambat perjalanan masyarakat selama periode mudik.

Menteri PU, Dody Hanggodo, mengatakan kesiapan alat dan material menjadi faktor penting dalam menjaga konektivitas jalan nasional, terutama saat mobilitas masyarakat naik signifikan.

"Kementerian PU telah menyiapkan berbagai peralatan dan material tanggap darurat di seluruh wilayah Indonesia guna memastikan respons cepat apabila terjadi gangguan infrastruktur jalan selama periode mudik dan balik Lebaran," ujar Dody dikutip dari keterangan tertulis, Minggu, 22 Maret.

Sebanyak 1.461 unit DRU itu didistribusikan ke enam wilayah utama, yakni Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Papua serta Kepulauan Nusa Tenggara dan Maluku.

Penempatan peralatan disesuaikan dengan karakteristik wilayah dan potensi risiko bencana di masing-masing koridor jalan nasional.

Pulau Jawa sebagai wilayah dengan lalu lintas tertinggi mendapat alokasi terbesar, yakni 428 unit DRU. Sementara itu, di Sumatera disiapkan 244 unit, Kalimantan 233 unit, Sulawesi 196 unit, Papua 141 unit serta wilayah Kepulauan Nusa Tenggara dan Maluku sebanyak 219 unit.

Selain alat berat, Dody menyebut, pihaknya juga menyiapkan berbagai material pendukung, seperti jembatan bailey, sandbag, bronjong, aspal hingga geotekstil. Seluruh perlengkapan tersebut ditempatkan di titik-titik strategis agar dapat segera digunakan saat terjadi gangguan di lapangan.

Dody menambahkan, kesiapsiagaan tersebut berlaku sepanjang periode mudik dan arus balik Lebaran, yakni mulai 11 Maret hingga 1 April 2026.

"Dengan kesiapan tersebut, diharapkan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dan kembali ke daerah asal dengan aman, lancar dan nyaman," pungkasnya.