JAKARTA - Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut peringatan Nuzulul Qur’an 17 Ramadan harus dimaknai lebih dalam daripada sekadar agenda keagamaan tahunan. Menurutnya, nilai Al-Qur’an harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam kehidupan masyarakat dan negara.
Pernyataan itu disampaikan AHY di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 10 Maret, usai menghadiri acara peringatan Nuzulul Qur’an di Istana Negara. Ia mengatakan peristiwa turunnya wahyu pertama merupakan momen penting yang perlu terus diingat.
Bagi AHY, makna Nuzulul Qur’an tidak berhenti pada peringatan. Yang lebih penting, nilai-nilai Al-Qur’an terus dibumikan dalam kehidupan sehari-hari.
BACA JUGA:
Ia menekankan pesan Al-Qur’an tidak hanya hidup di ruang ibadah, tetapi juga perlu hadir dalam kehidupan sosial, kehidupan bermasyarakat, dan kehidupan bernegara. Di situlah, peringatan Nuzulul Qur’an menemukan maknanya.
Karena itu, AHY mengajak masyarakat terus membawa nilai Al-Qur’an ke dalam praktik hidup sehari-hari. Bukan hanya dibaca, tetapi juga dijalankan dalam sikap dan cara hidup bersama.