KUPANG - Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional Kupang mengirimkan tim ke Pantai Mbadokai, Desa Deranitan, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, untuk mengidentifikasi sejumlah mamalia laut jenis paus yang dilaporkan terdampar di wilayah tersebut.
Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional Kupang, Imam Fauzi, mengatakan tim telah diterjunkan ke lokasi guna memastikan jumlah serta kondisi paus yang terdampar.
“Kami sudah kirim tim ke lokasi untuk mengidentifikasi sejumlah paus tersebut,” kata Imam Fauzi di Kupang, Antara, Selasa, 10 Maret.
Ia menjelaskan, laporan awal mengenai paus terdampar diterima sejak Senin kemarin. Peristiwa tersebut terjadi di perairan Kabupaten Rote Ndao. Kejadian itu sempat menarik perhatian warga sekitar dan menjadi tontonan masyarakat karena jarang terjadi di wilayah tersebut.
Berdasarkan laporan awal dari Pangkalan TNI Angkatan Laut Rote Ndao, jumlah paus yang terdampar disebut mencapai 50 ekor. Namun, menurut Imam, angka tersebut masih perlu dipastikan.
“Kalau jumlahnya 50 ekor terlalu besar. Tim masih melakukan identifikasi,” ujarnya.
Meski demikian, dari laporan sementara diketahui sedikitnya 11 ekor paus telah ditemukan dalam kondisi mati di lokasi. Sementara beberapa ekor lainnya masih hidup namun berada dalam kondisi kritis karena mengalami luka-luka.
Terkait penyebab peristiwa tersebut, Imam mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan penyelidikan.
BKKPN juga telah meminta bantuan dokter hewan di Rote Ndao untuk melakukan nekropsi guna mengetahui penyebab kematian paus-paus tersebut.
“Untuk saat ini penyebab pastinya masih belum diketahui mengapa banyak paus yang terdampar,” katanya.
BACA JUGA:
Ia menambahkan, saat pertama kali ditemukan, nelayan dan warga setempat sempat berupaya menggiring paus-paus tersebut kembali ke laut yang lebih dalam. Namun upaya tersebut mengalami kesulitan.