Bagikan:

KUPANG - Polda Nusa Tenggara Timur melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus melakukan pengawasan terhadap penjualan tabung gas elpiji di Kota Kupang menyusul kelangkaan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Nusa Tenggara Timur, Kombes Hans Rachmatulloh Irawan, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah distributor gas elpiji guna memastikan distribusi berjalan lancar serta mencegah adanya oknum yang menaikkan harga di luar ketentuan.

“Kami melakukan koordinasi serta memberikan imbauan kepada distributor agar memastikan pendistribusian gas elpiji berjalan lancar dan penjualan di outlet tetap sesuai dengan harga yang telah ditetapkan,” ujar Hans di Kupang, Antara, Selasa, 10 Maret.

Koordinasi tersebut dilakukan oleh personel Subdit 4 Ditreskrimsus dengan mendatangi kantor PT Pelita Timor Gas yang merupakan salah satu distributor elpiji di Kota Kupang. Dalam pertemuan itu, polisi bertemu langsung dengan Direktur perusahaan, Alain.

Dalam penjelasannya kepada kepolisian, Alain menyampaikan bahwa kelangkaan tabung gas elpiji di Kota Kupang disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya berkurangnya jadwal kedatangan kapal pengangkut kontainer dari Surabaya.

Biasanya kapal pengangkut kontainer datang dua kali dalam seminggu, namun saat ini hanya satu kali dalam sepekan. Kondisi tersebut dipicu oleh cuaca buruk yang melanda wilayah perairan Nusa Tenggara Timur dalam beberapa pekan terakhir.

Selain itu, proses distribusi juga sempat terhambat akibat kerusakan container crane di pelabuhan Surabaya serta kondisi cuaca yang tidak menentu sehingga memengaruhi jadwal pelayaran kapal pengangkut elpiji menuju NTT.

Meski demikian, pihak distributor memastikan distribusi tabung gas elpiji ke sejumlah outlet di Kota Kupang tetap berjalan.

Pada hari yang sama, tercatat sebanyak empat kontainer elpiji telah disalurkan ke berbagai outlet. Kontainer pertama dan kedua masing-masing berisi 616 tabung elpiji ukuran 12 kilogram.

Kontainer ketiga berisi 323 tabung elpiji ukuran 5,5 kilogram, 308 tabung elpiji ukuran 12 kilogram, serta 48 tabung elpiji ukuran 50 kilogram.

Sementara kontainer keempat berisi tabung elpiji ukuran 5,5 kilogram, 392 tabung elpiji ukuran 12 kilogram, serta 60 tabung elpiji ukuran 50 kilogram.

Adapun harga elpiji ukuran 12 kilogram di tingkat outlet saat ini berkisar antara Rp260.000 hingga Rp280.000 per tabung. Distributor juga telah mengingatkan para pengecer agar tidak menjual di atas harga tersebut.

Distributor juga memastikan dua kontainer tambahan dari Surabaya dijadwalkan tiba dalam dua hari ke depan sehingga diharapkan dapat membantu menstabilkan pasokan elpiji di Kota Kupang.

Hans menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan distribusi dan harga elpiji di lapangan guna mencegah praktik penimbunan maupun permainan harga.

“Kami akan melakukan pengecekan ke toko-toko penjual gas elpiji serta terus berkoordinasi dengan distributor untuk memastikan pasokan tetap tersedia dan harga tidak melebihi ketentuan,” tegasnya.

Selain itu, polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan sehingga distribusi gas elpiji dapat berjalan merata dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.