JAKARTA - Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengungkapkan Presiden AS Donald Trump belum memiliki rencana dalam jangka waktu dekat melancarkan serangan darat besar-besaran militer AS-Israel ke Iran.
"Itu bukan bagian dari rencana saat ini, tetapi Presiden, sekali lagi, dengan bijak tetap membuka opsi-opsi tersebut," kata Leavitt kepada Fox News, Minggu 8 Maret.
AS-Israel melancarkan serangan udara ke Iran sejal 28 Februari 2026. Kota-kota besar Iran, termasuk Teheran, menjadi target serangan tersebut.
Serangan terhadap Iran itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan beberapa tokoh kunci lainnya dalam kepemimpinan Republik Islam.
Gedung Putih membenarkan serangan AS-Israel tersebut dengan beralasan adanya ancaman rudal dan nuklir yang diduga berasal dari Iran.
Sperasi pembalasan skala besar kemudian diumkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang menargetkan aset-aset AS di Timur Tengah, dan wilayah di Israel.