JAKARTA - Israel mengatakan Iran melancarkan serangan ke wilayahnya dan Angkatan Udara melakukan operasi untuk mencegahnya, saat ketegangan di kawasan meningkat.
Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan ke ibu kota Tehran dan sejumlah kota lainnya pada Sabtu pagi.
Kantor berita Fars Iran melaporkan ledakan terdengar di kota-kota seperti Isfahan, Qom, Karaj, Kermanshah, serta di ibu kota Teheran, seperti dikutip Sabtu (28/2).
Sementara itu, Israel Defense Forces (IDF) dalam sebuah pernyataan mengatakan, "beberapa saat yang lalu, IDF mengidentifikasi rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah Negara Israel."
"Beberapa saat yang lalu, sirene dibunyikan di beberapa wilayah di seluruh negeri menyusul identifikasi rudal yang diluncurkan dari Iran menuju Negara Israel," kata IDF, dikutip dari BBC.
"Masyarakat diminta untuk mengikuti instruksi Komando Pertahanan Dalam Negeri," lanjut pernyataan itu.
"Saat ini, Angkatan Udara Israel beroperasi untuk mencegat dan menyerang ancaman jika perlu untuk menghilangkan ancaman tersebut," kata IDF.
"Pertahanan tidak sepenuhnya tertutup, dan oleh karena itu sangat penting bagi masyarakat untuk terus mematuhi pedoman Komando Pertahanan Dalam Negeri," tambah pernyataan itu.
Tak lama berselang, ledakan mengguncang Israel utara, seperti dikutip dari Euronews.
Dikatakan, ledakan tersebut terdengar tepat setelah militer Israel mengatakan akan menggunakan sistem pertahanan udaranya untuk menjatuhkan tembakan Iran.
Belum ada kabar langsung mengenai kerusakan atau korban jiwa akibat serangan yang sedang berlangsung.
Sirene serangan udara juga berbunyi di Yordania yang bertetangga.
Tehran sebelumnya mengatakan mereka sedang bersiap untuk membalas setelah Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran pada Sabtu pagi, kata seorang pejabat Iran kepada kantor berita Reuters.
Pejabat yang tidak disebutkan namanya itu memperingatkan tanggapan Iran akan "menghancurkan."
BACA JUGA:
Sebelumnya, Iran mengatakan mereka akan "merespons dengan tegas" setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap negara itu meskipun pembicaraan sedang berlangsung mengenai program nuklir Tehran.
"Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan merespons dengan tegas terhadap para agresor," kata Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan, menegaskan Iran telah melakukan "segala sesuatu yang diperlukan untuk mencegah perang".
"Sebagaimana kami siap untuk bernegosiasi, kini kami lebih siap dari sebelumnya untuk membela bangsa Iran," demikian pernyataan tersebut.