KABUPATEN AGAM - Meski masih tinggal di hunian sementara (huntara) Danantara, sejumlah penyintas banjir bandang dan tanah longsor di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), antusias menyambut Ramadan 1447 Hijriah.
"Saya senang sekali sudah bisa menempati huntara, apalagi kita akan melaksanakan ibadah puasa," kata salah seorang penghuni huntara Danantara, Erlina (59) di Kabupaten Agam, Selasa, 17 Februari, dikutip dari ANTARA.
Erlina bersama 15 Kepala Keluarga (KK) asal Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang, sudah menempati huntara yang dibangun Danantara tersebut sejak Sabtu (14/2). Para penghuni secara bersamaan masuk ke huntara dengan 20 KK lainnya asal Jorong Bancah, Nagari Sungai Batang.
"Di sini ada dua huntara. 15 KK dari Jorong Labuah, dan 20 KK dari Jorong Bancah. Kami sama-sama menempati huntara ini saat peresmian," sebut Erlina.
Ia mengaku antusias dan bersyukur sudah bisa menempati huntara, sehingga tidak lagi harus tidur di pengungsian dengan kondisi yang serba terbatas. Untuk ibadah Shalat Tarawih, para penghuni akan melaksanakannya di salah satu mushala yang tidak jauh dari huntara.
"Tadi pagi kami sudah bergotong royong membersihkan mushala dan bersyukur tidak lagi tidur di pengungsian saat Ramadhan," ujarnya.
BACA JUGA:
Senada dengan itu, Fitri (24) penghuni lainnya mengatakan keberadaan huntara bagi penyintas banjir bandang sangat membantu. Apalagi dalam beberapa hari ke depan umat muslim akan melaksanakan ibadah puasa.
"Alhamdulillah, kami sudah bisa menempati huntara menjelang Ramadhan," sebut ibu satu anak tersebut.
Meskipun tidak bisa melaksanakan Shalah Tarawih di masjid karena terdampak banjir bandang, ia bersama penghuni huntara lainnya masih bisa menunaikan shalat sunah tersebut di mushala terdekat.
Terpisah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Agam Muhammad Lutfi menyambut baik langkah cepat Danantara dan PT Nindya Karya selaku pihak yang membangun huntara bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di daerah itu.
"Kami berterima kasih atas kepedulian dan kontribusi nyata Danantara dan PT Nindya Karya dalam membantu penanganan pascabencana di Kabupaten Agam," kata dia.
Kehadiran huntara menjadi solusi sementara yang jauh lebih layak dibandingkan kondisi pengungsian sebelumnya, sembari menunggu pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak.
"Kita berharap kontribusi PT Nindya Karya tidak berhenti pada pembangunan huntara saja, namun berlanjut hingga pembangunan huntap," kata Sekda Kabupaten Agam Muhammad Lutfi.