JAKARTA – Polemik soal bergaungnya Indonesia ke Board of Peace (BoP) masih menjadi perbincangan. Wakil Presiden Ke-13 RI KH Maruf Amin turun berkomentar saat ditanyakan soal ini kepadanya usai menghadiri acara bedah buku "KH Abdul Wahab Hasbullah: Pendiri NU, Penggerak NKRI" dan sarasehan alim ulama yang digelar Kyai Wahab Foundation dan IKABU, di Jakarta, Sabtu 14 Februari.
Seperti diketahui bergabungnya Indonesia di BoP yang diprakarsai Donald Trump menimbulkan pro dan kontra di dalam negeri. Menurut Makruf tak ada salahnya Indonesia bergabung asal tujuannya jelas, untuk kemerdekaan Palestina.
Menurut dia ini adaIah syarat mutlak. Karena selama ini politik luar negeri Indonesia soal Palestina memang tak pernag goyah. Selalu konsisten dalam mendukung kemerdekaan Palestina. “Kita tetap punya target atau politik luar negeri kita di dalam masalah Palestina. Dari sejak tahun 1955 kita menghendaki agar Palestina merdeka," tegas Ma'ruf.
BACA JUGA:
Indonesia lanjut Ma’ruf, juga masih sejalan dengan solusi dua negara sebagai alternatif menyelesaikan persoalan Palestina dan Israel. "Tinggal apakah forum ini membawa ke sana apa tidak. Itu perlu pengkajian, saya kira perlu pembahasan," katanya.
Bergabungnya Indonesia dengan Board of Peace (BoP) sejak dideklarasikan di Davos 16 Januari 2026 sebagai bagian dari upaya diplomatik untuk mempromosikan perdamaian di Gaza dan melindungi kepentingan Palestina, bukan untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Menurut Ma’ruf itulah yang harus diawasi semua pihak. Dan seandainya BoP tidak berfaedah untuk Palestina opsi keluar menjadi pilihan.