JAKARTA - Kedutaan Besar Republik Indonesia di Phnom Penh menyelenggarakan pemutaran khusus film Indonesia "Boundless Love" di Legend Cinema Olympia, Phnom Penh, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan Indonesia untuk memperkuat diplomasi ekonomi dan sosial-budaya dengan Kamboja pada Hari Kamis.
Nonton bareng (Nobar) ini diselenggarakan dengan dukungan Kementerian Kebudayaan dan Seni Rupa Kerajaan Kamboja serta bekerja sama dengan Nanyang Bridge Media, dengan dihadiri Menteri Kebudayaan dan Seni Rupa Kamboja Phoeurng Sackona.
Duta Besar Indonesia untuk Kamboja Santo Darmosumarto menerangkan, pemutaran film ini bertujuan untuk mempromosikan industri kreatif dan kekayaan budaya Indonesia melalui film.
Ia mencatat meningkatnya popularitas film Indonesia di Kamboja. Mengutip data Departemen Perfilman dan Diseminasi Budaya Kamboja, film Indonesia menempati peringkat ketiga film yang paling banyak diputar sepanjang tahun 2025, setelah film Hollywood dan produksi lokal.

"Film merupakan jembatan penting antara kedua bangsa kita. Sambutan positif terhadap film Indonesia di Kamboja mencerminkan kedekatan masyarakat kedua negara serta membuka peluang baru untuk kolaborasi di sektor kreatif," ungkap Duta Besar Santo, melansir keteranan KBRI Phnom Penh (13/2).
"Boundless Love", yang dirilis pada tahun 2019, merupakan film drama romantis hasil produksi bersama Indonesia dan Tiongkok. Dengan dukungan Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, Red and White China dan PT Kamala Media Cipta, film ini menunjukkan potensi kemitraan internasional dalam industri kreatif.
Melalui pemutaran ini, KBRI memperkenalkan kepada penonton Kamboja beragam genre film Indonesia yang lebih luas.
"Sinema Indonesia tidak hanya menawarkan film horor. Kami menghasilkan karya yang beragam dan berkualitas tinggi yang layak mendapatkan pengakuan lebih luas," jelas Dubes Santo.
Sejalan dengan Duta Besar RI, Menteri Phoeurng Sackona dalam sambutan pembukaannya mengatakan, pemutaran film ini lebih dari sekadar acara budaya.
BACA JUGA:
"Kegiatan ini merupakan simbol persahabatan, kemitraan, dan visi bersama antara Kamboja dan Indonesia," ungkap Menteri Kebudayaan dan Seni Rupa Kamboja.
Pemutaran film ini juga diikuti dengan sesi diskusi untuk menjajaki kerja sama antara para pemangku kepentingan perfilman Indonesia dan Kamboja, termasuk peluang produksi bersama, pertukaran konten, serta peningkatan kapasitas profesional. Sesi tersebut menghadirkan Ihsan Chairdiansyah dari PT Produksi Film Negara dan CEO Nanyang Bridge Media Gandhi Priambodho.
Dihadiri oleh sekitar 250 peserta dari kalangan diplomatik, industri kreatif, dan universitas, kegiatan ini menegaskan kembali komitmen Indonesia dalam memperkuat hubungan antarmasyarakat serta memperluas kerja sama budaya dengan Kamboja.