Bagikan:

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menilai inisiatif Polri dalam mendukung program pemenuhan gizi dan ketahanan pangan merupakan langkah yang menyentuh inti keamanan nasional. Menurutnya, keamanan tidak semata-mata diukur dari rendahnya angka kriminalitas, tetapi juga dari terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat.

“Keamanan yang sesungguhnya adalah manakala masyarakat merasa aman… dan aman dari lapar,” ujar Prabowo saat menghadiri groundbreaking dan peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta gudang ketahanan pangan Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat, 13 Februari.

Presiden menyebut Polri telah mengambil peran di bidang yang sekilas bukan tugas pokoknya. Namun, ia menilai langkah tersebut justru relevan karena kekurangan gizi dan kerawanan pangan dapat menjadi ancaman terhadap keselamatan bangsa.

Prabowo juga menegaskan konsep “polisi rakyat” yang disebutnya sebagai karakter khas Indonesia, lahir dari sejarah perjuangan nasional. Dalam kerangka itu, polisi dan tentara dipandang sebagai representasi negara yang pertama kali dilihat masyarakat, sekaligus simbol hadir atau tidaknya negara di tengah rakyat.

Di sisi lain, ia menyinggung risiko reputasi yang kerap dihadapi institusi kepolisian. Menurutnya, jika terdapat oknum yang melakukan pelanggaran, maka harus ditindak tegas tanpa menggeneralisasi seluruh institusi.

“Kalau ada dalam institusi yang enggak bener ya tindak,” katanya. Ia mengibaratkan, keberadaan murid yang nakal tidak lantas membuat sekolah harus ditutup.

Pada akhir pidatonya, Prabowo bahkan menyampaikan rencana memberikan penghargaan kepada Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo atas inisiatif dan dukungan terhadap program tersebut.

“Kapolri… saya kira Mahaputra pantas untuk beliau. Saya yang akan beri Mahaputra,” ujar Presiden.