JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut lebih dari 18.500 pasien di Jalur Gaza membutuhkan perawatan medis khusus yang tidak tersedia di wilayah kantong Palestina itu.
"Lebih dari 18.500 pasien di Gaza masih membutuhkan perawatan medis khusus yang tidak tersedia di dalam Jalur Gaza," cuit Direktur Jenderal WHO Tedros Ghebreyesus di X, seperti dikutip dari WAFA (4/2).
Lebih lanjut Tedros mencatat, WHO dan para mitranya mendukung evakuasi medis 5 pasien dan 7 pendamping ke Mesir melalui Penyeberangan Rafah, dan menggambarkannya sebagai "evakuasi medis pertama melalui rute ini sejak pertengahan Maret 2025."
Ia menekankan, "sistem kesehatan Gaza sangat membutuhkan rehabilitasi dan pembangunan kembali untuk mengurangi ketergantungan pada evakuasi medis," dan mencatat bahwa "ini sekarang menjadi prioritas utama."
Kepala WHO menekankan perlunya "peningkatan layanan kesehatan secara cepat di dalam Gaza, termasuk peningkatan pasokan medis, rehabilitasi fasilitas yang rusak, dan perluasan layanan penting untuk membangun sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan."
BACA JUGA:
Dalam kesempatan tersebut Tedros kembali menyerukan "pembukaan kembali segera jalur rujukan medis ke Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur" dengan tujuan mempercepat akses ke perawatan yang menyelamatkan nyawa.