PENAJAM PASER UTARA - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menargetkan layanan air bersih di Kecamatan Sepaku yang masuk wilayah Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dapat mencapai 100 persen melalui pengoperasian tiga instalasi pengolahan air atau Water Treatment Plant (WTP).
Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor mengatakan, hingga kini cakupan layanan air bersih di Kecamatan Sepaku masih tergolong rendah.
“Warga Kecamatan Sepaku yang baru terlayani air bersih sekitar 22 persen,” ujar Mudyat Noor, Antara, Senin, 2 Februari.
Dari total 15 desa dan kelurahan di Kecamatan Sepaku, baru empat desa yang telah mendapatkan layanan air bersih. Sementara itu, 11 desa dan kelurahan lainnya belum terlayani akibat keterbatasan jaringan pipa distribusi.
Menurut Mudyat, dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan, khususnya dalam pembangunan infrastruktur jaringan pipa distribusi air bersih di wilayah Kecamatan Sepaku yang telah ditetapkan sebagai bagian dari kawasan IKN.
Pemerintah kabupaten, kata dia, telah mengajukan permohonan bantuan pembangunan jaringan pipa distribusi air bersih kepada Otorita IKN dan berharap usulan tersebut dapat direalisasikan pada tahun ini.
“Sehingga tiga WTP yang ada di wilayah Kecamatan Sepaku saat ini bisa menyalurkan air bersih kepada seluruh warga di wilayah itu,” tambahnya.
Saat ini, terdapat tiga instalasi pengolahan air di Kecamatan Sepaku. Salah satunya adalah WTP Unit Sepaku berkapasitas 30 liter per detik yang berlokasi di Desa Tengin Baru dan dikelola oleh Perusahaan Umum Daerah Air Minum Danum Taka Kabupaten Penajam Paser Utara.
Selain itu, Kementerian Pekerjaan Umum membangun instalasi pengolahan air berkapasitas 50 liter per detik pada 2024 di kawasan pengambilan air Sungai Telake Sepaku.
“WTP itu telah dihibahkan kepada pemerintah kabupaten untuk dikelola oleh Perumda Air Minum Danum Taka,” jelas Mudyat.
BACA JUGA:
Kementerian Pekerjaan Umum juga membangun instalasi pengolahan air lainnya dengan kapasitas 300 liter per detik di lokasi yang sama, yakni kawasan intake Sungai Telake Sepaku, yang hingga kini masih dikelola oleh pemerintah pusat.
Dengan keberadaan ketiga WTP tersebut, Mudyat optimistis cakupan layanan air bersih di Kecamatan Sepaku dapat meningkat signifikan pada tahun ini, termasuk untuk memenuhi kebutuhan air bersih gedung-gedung perkantoran di kawasan IKN.