JAKARTA - Perusahaan Umum Daerah Air Minum Jaya (PAM Jaya) mencatat capaian layanan air minum perpipaan di Jakarta telah menjangkau lebih dari 80 persen warga hingga akhir 2025. Angka ini disebut melampaui pertumbuhan cakupan layanan selama 25 tahun pada periode kerja sama pengelolaan sebelumnya.
Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, menyampaikan memasuki 2026 perusahaan memfokuskan langkah pada peningkatan kualitas layanan, penguatan infrastruktur, serta perluasan akses air minum perpipaan ke lebih banyak wilayah di Jakarta.
Hingga akhir 2025, PAM Jaya tercatat melayani 1.178.022 pelanggan dengan tingkat cakupan pelayanan mencapai 80,24 persen. Sepanjang 2025, jumlah sambungan rumah baru yang terlayani air minum perpipaan mencapai 206.537 sambungan.
"Capaian ini menjadi fondasi penting dalam upaya memperluas layanan air minum perpipaan secara merata. Sebagai perbandingan, pada tahun 1998 cakupan layanan air minum perpipaan di Jakarta tercatat sebesar 56,88 persen," kata Arief kepada wartawan, Jumat, 23 Januari.
Arief menjelaskan, peningkatan cakupan layanan dalam beberapa tahun terakhir berlangsung lebih cepat dibandingkan periode sebelumnya. Menurutnya, pertumbuhan layanan air minum perpipaan di Jakarta dalam tiga tahun terakhir menunjukkan lonjakan signifikan.
"Selama 25 tahun masa kerja sama mitra sejak 1998 hingga 2023, pertumbuhan cakupan layanan air minum perpipaan di Jakarta hanya bertambah sekitar 10,77 persen, sedangkan dalam masa pengelolaan PAM Jaya selama 3 tahun sejak 2023, cakupan layanan meningkat hingga 12,59 persen," ungkap Arief.
Ia menegaskan, air minum perpipaan dipandang sebagai kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, kebijakan dan strategi perusahaan diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara peningkatan layanan dan kemampuan pelanggan, sekaligus mempercepat pemenuhan akses air minum perpipaan bagi seluruh warga Jakarta.
"Di tahun 2026, PAM Jaya mengarahkan sumber daya perusahaan pada penguatan operasional dan peningkatan kualitas layanan. Kami berupaya memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan air minum perpipaan yang layak tanpa menambah beban pelanggan. Oleh karena itu, tidak terdapat penyesuaian tarif pada tahun ini,” ujar Arief.
Selain itu, PAM Jaya juga melakukan efisiensi internal, optimalisasi sistem distribusi, serta penguatan tata kelola perusahaan sebagai bagian dari agenda transformasi berkelanjutan.
"Melalui langkah tersebut, PAM Jaya berharap dapat memberikan nilai tambah bagi pelanggan sekaligus mendukung pembangunan Jakarta yang inklusif dan berkelanjutan," terang dia.
Sejak 2025, PAM Jaya juga menjalankan program sambungan baru air minum perpipaan secara gratis bagi warga Jakarta dengan luas rumah di bawah 70 meter persegi. Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh akses air minum perpipaan langsung dari rumah.