Bagikan:

JAKARTA - Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan pada Hari Kamis, Dewan Perdamaian Gaza menawarkan kesempatan bersejarah untuk membangun perdamaian abadi di kawasan tersebut.

Dalam unggahannya di media sosial Turki NSosyal Menlu Fidan menuliskan, "Dewan Perdamaian," yang mana Presiden Recep Tayyip Erdogan juga merupakan anggota pendirinya, menawarkan "kesempatan bersejarah" untuk meringankan penderitaan berkepanjangan rakyat Gaza, memenuhi kebutuhan kemanusiaan mereka, dan membangun "perdamaian yang abadi dan inklusif di kawasan tersebut."

Ia menceritakan bagaimana ia menghadiri upacara penandatanganan Piagam Dewan Perdamaian untuk Gaza di Davos, Swiss atas nama Presiden Erdogan.

"Kami percaya bahwa dengan bekerja bahu-membahu dengan rakyat Gaza, Dewan Perdamaian akan memainkan peran penting dalam membentuk masa depan Gaza, membantu kawasan tersebut bangkit kembali, dan memungkinkan perdamaian untuk berakar," kata Menlu Fidan, melansir Anadolu (23/1).

Menlu Fidan menegaskan kembali tekad Turki, masa depan yang memungkinkan adalah masa depan di mana suara rakyat Gaza didengar, hak-hak mereka dilindungi, dan mereka dapat hidup dalam damai.

Pekan lalu, Gedung Putih mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian bersamaan dengan persetujuan Komite Nasional untuk Administrasi Gaza, salah satu dari empat badan yang ditunjuk untuk mengelola fase transisi di wilayah tersebut.

Pembentukan dewan tersebut bertepatan dengan peluncuran fase kedua perjanjian gencatan senjata yang menghentikan perang Israel di Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 71.000 orang dan melukai lebih dari 171.000 lainnya sejak Oktober 2023.

Diketahui, inisiatif ini merupakan bagian dari rencana 20 poin yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump dan diadopsi oleh Dewan Keamanan PBB berdasarkan Resolusi 2803 November lalu.