Bagikan:

SITUBONDO — Banjir akibat luapan Sungai Lubawang menerjang sekitar seribuan rumah warga di sejumlah desa di Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Rabu 21 Januari malam. Desa yang terdampak antara lain Desa Jetis, Blimbing, Langkap, Besuki, Demung, dan Pesisir.

Camat Besuki Yakup Alex Susanto mengatakan, banjir terjadi setelah wilayah Kecamatan Besuki dan sekitarnya diguyur hujan deras disertai angin kencang sejak pukul 15.00 WIB hingga 21.00 WIB.

“Hujan dengan intensitas cukup tinggi disertai angin kencang selama beberapa jam menyebabkan Sungai Lubawang dan beberapa anak sungai meluap karena tidak mampu menampung debit air,” kata Yakup, Kamis 22 Januari, seperti dikutip Antara.

Luapan sungai tersebut kemudian menggenangi permukiman warga dengan ketinggian air bervariasi. Di sejumlah lokasi, ketinggian banjir dilaporkan mencapai dada orang dewasa atau sekitar satu meter.

“Rata-rata ketinggian air antara 40 sentimeter hingga satu meter. Kondisi terparah terjadi di Desa Pesisir dan sebagian Desa Besuki. Perkiraan sementara sekitar seribuan rumah terdampak,” ujarnya.

Selain di Kecamatan Besuki, banjir luapan Sungai Lubawang juga dilaporkan merendam rumah warga di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur. Tak hanya permukiman, banjir juga menggenangi ruas jalan raya pantai utara (pantura) yang melintasi Kecamatan Besuki dan Banyuglugur, sehingga mengganggu arus lalu lintas.

Hingga Kamis dini hari, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta TNI dan Polri masih berada di lokasi untuk melakukan asesmen dampak banjir. Pendataan dilakukan di sejumlah titik terdampak di Kecamatan Bungatan, Mlandingan, Besuki, dan Banyuglugur.