TANA TIDUNG - Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, menegaskan peran strategis masyarakat adat Dayak Kenyah dalam mendukung pembangunan daerah. Sebab, kemajuan Provinsi Kaltara tidak hanya ditopang oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kekuatan sosial dan budaya masyarakat adat yang terorganisasi dengan baik.
Pesan ini disampaikan Ingkong saat menghadiri pertemuan kerja Lembaga Adat Dayak Kenyah (LADK) di Kabupaten Tana Tidung.
"Kegiatan ini menjadi ruang temu antarwarga adat khususnya Dayak Kenyah untuk memperkuat kebersamaan sekaligus merumuskan langkah organisasi ke depan," kata Ingkong Ala yang juga menjabat Ketua LADK Provinsi Kaltara.
Ingkong juga menegaskan, forum ini sangat penting sebagai sarana mempererat ikatan sosial dan membangun kesepahaman bersama dalam menghadapi tantangan pembangunan.
"Nilai kekeluargaan dan gotong royong yang hidup dalam masyarakat Dayak Kenyah merupakan modal sosial yang tidak ternilai," tegas Ingkong.
“Kekuatan kita bukan pada jumlah, tetapi pada kekompakan dan rasa saling menjaga. Dari kebersamaan itulah lahir kontribusi yang berarti bagi daerah,” sambung dia.
Ingkong mengatakan, organisasi adat memiliki peran penting sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah melalui komunikasi yang baik, aspirasi warga dapat tersampaikan sekaligus diselaraskan dengan program pembangunan daerah.
"Sebagai Ketua LADK KU, saya berharap lembaga adat terus beradaptasi dengan dinamika zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang menjadi jati diri masyarakat Dayak Kenyah," ujarnya.
Selain itu, program kerja yang disusun harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan sejalan dengan arah pembangunan provinsi.
"Pemerintah secara administratif telah akui kehadiran LADK di tingkat daerah dan nasional. Ini sangat penting memperkuat posisi lembaga adat. Status ini perkuat kolaborasi dengan pemerintah," ungkapnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat Dayak Kenyah untuk terus menjaga persatuan serta aktif berkontribusi dalam pembangunan di Kaltara, agar kemajuan yang dicapai tidak meninggalkan siapa pun.
"Saya berterima kasih kepada tokoh masyarakat dan perwakilan pemerintah yang hadir di pertemuan kerja LADK ini sebagai bentuk dukungan terhadap peran lembaga adat dalam pembangunan daerah," ujarnya.