Bagikan:

JAKARTA- Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago, mengatakan pihaknya akan memanggil Badan Gizi Nasional (BGN) untuk membahas sejumlah satuan pemenuhan pelayanan gizi (SPPG) atau dapur pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bermasalah.

Irma menuturkan, Komisi IX DPR segera mengagendakan rapat dengar pendapat (RDP) dengan BGN menyusul temuan SPPG yang dinilai tidak memenuhi standar sanitasi. Serta masalah lainnya yang ditemukan para anggota Komisi IX DPR di daerah pemilihan (dapil) masing-masing saat masa reses.

"RDP dijadwalkan pada awal masa sidang," ujar Irma dalam keterangan tertulis pada Jumat, 9 Januari.

Seperti diketahui, BGN yang mengurusi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan mitra kerja Komisi IX DPR. Saat ini, DPR masih menjalani masa reses terhitung sejak 10 Desember 2925 hingga 12 Januari 2026.

Irma mengungkapkan, Komisi IX DPR juga akan meminta kejelasan BGN soal standar gizi serta kualitas menu MBG. Sebab berdasarkan temuan di lapangan, kata Irma, masih banyak ditemukan menu MBG yang mengandung gula, garam, dan lemak berlebihan.

Kemudian, tambahnya, ada pula menu MBG yang menggunakan susu impor serta makanan berbahan pengawet seperti bakso dan roti. Ia menilai, persoalan ini menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus dituntaskan.

"Ini yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi PRdi Komisi," kata Irma.

Lebih lanjut, Legislator NasDem dari Dapil Sumatera Selatan II itu juga menyoroti soal kasus keracunan MBG. Meski jumlah kejadian keracunan telah menurun secara signifikan, namun menurut Irma, penurunan kasus belum sejalan dengan masih ditemukannya persoalan pada kualitas menu dan standar sanitasi SPPG.

"Tetapi, untuk keberhasilan MBG, soal klaim Pak Presiden saat ini perlu diapresiasi, tak perlu dipermasalahkan," kata Irma.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengeklaim, program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berhasil hampir 100 persen, tepatnya 99,99 persen.

Klaim keberhasilan program MBG itu disampaikan Prabowo dalam retret kabinet sekaligus Taklimat Awal Tahun 2026, di Padepokan Garuda Yaksa, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, 6 Januari.

"Kita bersyukur bahwa kalau kita pelajari dengan objektif statistik, boleh dikatakan bahwa kita 99 persen berhasil. Jadi saudara tentunya kita harapkan zero defect itu yang harus kita capai," kata Prabowo dalam retret kabinet di Hambalang, Selasa, 6 Januari.