Bagikan:

JAKARTA - Kasatgas Darurat Jembatan sekaligus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, memastikan pembangunan jembatan di wilayah terdampak bencana di Aceh akan terus berjalan. Meskipun, ia mengakui masih banyak kendala yang dihadapi di lapangan sehingga masih banyak daerah yang belum dibangun jembatan.

Hal itu disampaikan Maruli menanggapi permohonan pembangunan jembatan di Aceh Tamiang dalam rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pasca Bencana Sumatera yang digelar pimpinan DPR RI di Aceh hari ini, Selasa, 30 Desember.

"Dari kami, untuk jembatan sudah, karena kita memerlukan suatu proses yang cukup panjang untuk mengerjakan jembatan ini, yang pertama, kita harus survei tempat itu, tempat itu harus jenis jembatan apa yang tepat. Kami sudah memutuskan ada tiga jenis jembatan yang akan kami buat, jembatan Bailey, jembatan Armco, dengan jembatan perintis atau jembatan gantung, yang lebih dari itu, mungkin saran kami itu pekerjaan di PU saja yang mengerjakan karena akan sedikit rumit," ujar Maruli dalam rapat yang disiarkan kanal resmi DPR RI, Selasa, 30 Desember.

"Setelah kami survei, kami cari barang dulu di Jakarta. Jakarta kami kirim ke Aceh. Di Aceh juga sampai turun di pelabuhan mau bergeser ke tempat untuk pengerjaan juga banyak yang terhambat di jalan, ada yang sampai satu minggu, Pak, nunggu penyelesaian," sambungnya.

Namun, Maruli mengatakan, sampai saat ini sudah ada sekitar 24 jembatan bailey di Aceh yang sudah disurvei. "Ini juga mungkin akan terus bertambah, tapi kita terus menyesuaikan dengan jumlah Bailey yang kami miliki," katanya.

"Dan alhamdulillah, Presiden kita sudah merencanakan pembelian jembatan Bailey dari negara luar. Itupun hampir tidak ada yang punya ready stock, jadi dikumpulkan dari beberapa negara untuk bisa menyuplai jembatan Bailey di tempat bencana ini," lanjutnya.

Selain pengerahan jembatan bailey, Maruli mengatakan, pihaknya juga sudah menyiapkan jembatan Armco di 39 titik di Aceh berikut perlengkapannya. "Jembatan gantung juga terus berjalan surveinya. Kita juga harus tetap ada yang belanja. Kita beruntung kalau masih bisa dibeli di Medan lebih mudah, tapi kalau belinya dari Jakarta prosesnya memang cukup panjang," katanya.

​"Tapi kami tidak berhenti Pak Gubernur, Pak Bupati, ya kami tidak berhenti terus. Saya tidak bilang juga persoalan survei kan perlu ada kelompok-kelompok yang mengerti. Kalau kita misalnya bisa survei sampai berapa puluh itu sudah bagus Pak, meyakinkan apa yang baik di situ. Karena di lapangan itu kan ada yang jadi lebar sehingga yang tadinya secara awal itu bisa Bailey, ternyata jadi tidak bisa dan lain sebagainya," tambahnya.

Maruli memastikan pembangunan jembatan di Aceh akan terus dikerjakan. Menurut Maruli, jembatan Armco sangat efektif apabila bisa dikerjakan terutama pada jalanan yang terbelah oleh air.

"Jadi itu kira-kira yang kami kerjakan, sementara ini di Aceh baru juga ada penambahan 11 jembatan Bailey yang memungkinkan, juga Armco saya kira itu butuh sosial kepada daerah-daerah supaya lebih mengerti dan juga jembatan gantung itu nanti kita akan terus perbanyak timnya untuk mulai dikerjakan. Saya juga punya data ada memang ada 400-an lebih di Aceh ini untuk perlu jembatan gantung," kata Maruli.

"Mudah-mudahan ini kalau misalnya tim-tim kita bisa dibentuk lebih banyak nanti mungkin beberapa bulan ke depan bisa kita selesaikan permasalahan jembatan-jembatan ini," pungkasnya.

Sebelumnya, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi melaporkan jembatan terparah berada di empat desa. Yaitu di desa Balingkarang, Pematangdurian, Lubuksiduk dan desa Pangkalan. Ia meminta agar pemerintah segera membangun jembatan darurat.

"Mohon ijin bapak Kasad, sungai Tamiang itu sudah melebar dan dangkal. Tapi kalau jembatan darurat tidak mungkin kita bangun di sana karena dengan panjang yang tidak memungkinkan untuk itu, karena rawan, tapi ada satu desa yang mungkin bisa dibuatkan jembatan darurat karena ini menjadi urat nadi kami untuk bisa ke perkotaan. Kami juga sudah lapor ke BNPB, pak Dandim untuk bisa segera diusulkan pasang jembatan tersebut," kata Armia.

Rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pasca Bencana Sumatera yang digelar DPR RI ini dihadiri oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa dan Cucun Ahmad Syamsurijal.

Serta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Sosial Syaifullah Yusuf, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Wakil Kepala BNPB , Wakil Menteri Komunikasi Digital,

Utusan Khusus Presiden bidang Kepemudaan Raffi Ahmad, serta Direktur Utama PT Telkomsel dan Direktur Utama PLN.