Bagikan:

JAKARTA - Masih banyak orang yang menganggap katarak hanya muncul karena faktor usia. Padahal, penyebab katarak cukup beragam. Agar lebih waspada, sebaiknya pahami berbagai pemicu dan faktor risikonya.

Beberapa masalah kesehatan tertentu juga dapat memicu timbulnya katarak. Dengan memahami penyebabnya sejak awal, Anda bisa mengambil langkah pencegahan yang tepat. Pelajari lebih lanjut penyebab dan cara pencegahannya agar penglihatan tetap terjaga!

Apa Itu Katarak?

Katarak adalah kondisi ketika lensa mata menjadi keruh sehingga cahaya sulit masuk dengan jelas ke retina. Akibatnya, penglihatan perlahan menjadi buram, seolah melihat melalui kaca berkabut.

Kondisi ini biasanya akan berkembang secara bertahap dan sering dialami seiring dengan bertambahnya usia. Namun, katarak bisa muncul lebih cepat akibat faktor kesehatan atau gaya hidup tertentu.

Penyebab Katarak

Katarak tidak hanya terjadi karena proses penuaan, tetapi juga bisa dipicu berbagai faktor lain yang sering tidak disadari. Berikut adalah beberapa penyebab katarak yang paling umum:

1. Faktor Usia

Seiring bertambahnya usia, protein pada lensa mata mengalami denaturasi dan agregasi sehingga menimbulkan kekeruhan progresif. Dalam hal ini, katarak senilis merupakan tipe paling umum yang biasanya muncul setelah usia 50 tahun.

2. Radiasi

Paparan radiasi, baik dari terapi medis maupun lingkungan ekstrem, dapat merusak jaringan lensa dan mempercepat pembentukan katarak.

3. Penggunaan Steroid

Konsumsi obat steroid jangka panjang, baik dalam bentuk tablet, tetes mata, atau inhaler, dapat meningkatkan risiko katarak jika tidak digunakan sesuai anjuran dokter.

4. Riwayat Keluarga

Beberapa jenis katarak dapat diturunkan secara genetik. Mutasi gen tertentu telah diidentifikasi berperan dalam pembentukan katarak familial. Jika anggota keluarga dekat pernah mengalami katarak, maka risiko Anda untuk mengalaminya juga turut meningkat.

5. Cedera Mata

Trauma atau benturan pada mata dapat merusak struktur lensa dan menyebabkan katarak traumatik, baik terjadi secara langsung maupun berkembang secara bertahap selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah cedera.

6. Infeksi

Infeksi pada masa kehamilan seperti rubella, toksoplasmosis, sitomegalovirus (CMV), atau herpes dapat menyebabkan katarak kongenital pada janin. Infeksi pada mata tersebut berpotensi menyebabkan perubahan pada lensa dan memicu timbulnya katarak.

7. Obesitas

Obesitas juga dapat menjadi penyebab katarak secara tidak langsung. Sebab, kelebihan berat badan dapat memicu penyakit diabetes dan tekanan darah tinggi yang berpotensi meningkatkan risiko katarak.

8. Konsumsi Alkohol

Konsumsi alkohol secara berlebihan dalam jangka panjang dapat menimbulkan stres oksidatif dan denaturasi protein pada lensa mata yang dapat meningkatkan risiko terjadinya katarak.

9. Kebiasaan Merokok

Zat kimia dalam rokok dapat merusak jaringan mata dan mempercepat pembentukan katarak. Risiko meningkat seiring durasi dan intensitas merokok.

10. Paparan Sinar UV Berlebih

Paparan matahari tanpa perlindungan kacamata juga dapat merusak lensa mata secara bertahap. Sinar UV mempercepat proses kekeruhan lensa dan meningkatkan risiko katarak

Gejala Katarak

Gejala katarak umumnya muncul secara bertahap dan sering kali tidak langsung disadari. Adapun beberapa gejala yang perlu Anda perhatikan, di antaranya:

- Penglihatan ganda pada satu mata.

- Warna tampak lebih pudar atau kusam.

- Penglihatan tampak buram atau berkabut.

- Sensitif terhadap cahaya terang atau silau.

- Kesulitan melihat dengan jelas pada malam hari.

- Muncul lingkaran cahaya (halo) saat melihat lampu.

- Sering berganti ukuran kacamata karena kualitas penglihatan cepat berubah.

Pengobatan Katarak

Pengobatan katarak dilakukan berdasarkan tingkat keparahan dan gangguan penglihatan yang dialami pasien. Jika katarak belum terlalu mengganggu aktivitas sehari-hari, dokter mungkin akan menyarankan penggunaan kacamata baru terlebih dahulu.

Namun, apabila katarak membuat penglihatan menurun hingga mengganggu aktivitas harian, maka operasi umumnya menjadi langkah penanganan yang dianjurkan untuk memulihkan kejernihan penglihatan Anda.

Dengan mengenali penyebab, gejala, dan memahami faktor risiko katarak lebih awal, Anda dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat untuk menjaga kesehatan mata.

Jika mengalami keluhan penglihatan, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter mata agar mendapatkan penanganan terbaik dan sesuai kebutuhan Anda.

Untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan penanganan katarak dengan teknologi terbaik, Anda dapat konsultasi dengan dokter spesialis mata di JEC Eye Hospitals and Clinics.

JEC menyediakan layanan Katarak dengan teknologi bedah modern, yakni FLACS (Femtosecond Laser Assisted Cataract Surgery) yang menawarkan tingkat akurasi tinggi dan cepat.

Jadwalkan kunjungan dan dapatkan perawatan terbaik untuk kesehatan mata sekarang juga!