Bagikan:

SEMARANG - Kecelakaan maut melibatkan bus PO Cahaya Trans terjadi di simpang susun exit Tol Krapyak, Kota Semarang, Senin 22 Desember dini hari. Insiden tersebut mengakibatkan 15 penumpang meninggal dunia dan belasan lainnya mengalami luka-luka.

Bus PO Cahaya Trans bernomor polisi B-7201 IV dengan kode armada MB-218 diketahui melaju dari Jakarta (Jatiasih) menuju Yogyakarta. Saat memasuki tikungan jalur penghubung atau RAM 3 exit Tol Krapyak, bus diduga melaju dengan kecepatan tinggi hingga akhirnya menabrak pembatas jalan.

Benturan keras menyebabkan sejumlah penumpang terpental dan terjepit badan bus. Tim SAR gabungan langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan proses evakuasi dan penanganan darurat terhadap para korban.

Data sementara mencatat total 34 orang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Sebanyak 19 penumpang dinyatakan selamat, sementara 15 lainnya meninggal dunia di lokasi maupun setelah mendapatkan penanganan medis.

Kepala Kantor Basarnas Semarang, Budiono, mengatakan seluruh penumpang telah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polri, Dinas Kesehatan, Jasa Marga, serta PMI.

Sebanyak 17 orang selamat dalam kecelakaan tersebut. Beberapa di antaranya mengalami luka berat.

Seluruh korban selamat maupun meninggal dunia telah dievakuasi dan dibawa ke sejumlah rumah sakit rujukan di Kota Semarang, antara lain RSUP Dr Kariadi, RS Tugu, dan RS Columbia Asia Semarang untuk penanganan lebih lanjut.

Budiono menambahkan, bus menabrak pembatas jalan pada jalur penghubung exit Tol Krapyak akibat kecepatan tinggi saat melintas di tikungan. Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Data 15 korban tewas dalam kecelakaan bus PO Cahaya Trans belum diketahui.