Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penanganan ruas-ruas jalan nasional yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra.

Fokus penanganan di provinsi Sumatra Utara saat ini diarahkan pada ruas kritis Tarutung–Sibolga dan Tarutung–Sipirok guna memastikan konektivitas wilayah tetap terjaga. Dilansir dari data resmi Kementerian PUPR, Selasa, 16 Desember, pada koridor Tarutung–Sibolga, penanganan dilakukan pada sejumlah titik kritis dari arah Tarutung dengan total panjang ruas terdampak sekitar 14 kilometer.

Sementara itu, akses menuju Kota Sibolga tetap dapat ditempuh oleh masyarakat melalui jalur alternatif Sidikalang–Barus–Sibolga. Hingga kini, estimasi target penyelesaian belum dapat ditentukan karena masih terdapat beberapa titik yang belum teridentifikasi secara detail serta keterbatasan akses alat berat ke lokasi terdampak.

Di sisi lain, ruas terdampak sepanjang 2,4 kilometer pada koridor Tarutung–Sipirok kini ditangani dari dua arah. Untuk mendukung mobilitas masyarakat, akses menuju Sipirok dari arah Balige tetap terbuka melalui ruas Jalan Provinsi Siborong-borong–Pangaribuan–Sipirok sepanjang 114 kilometer sebagai jalur alternatif.

Pemerintah sendiri menargetkan perbaikan arus jalan kritis terdampak bencana akan rampung pertengahan Januari tahun depan.