JAKARTA - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bersama Pos Pendamping Nasional Provinsi Sumatera Barat mempercepat pemasangan jembatan Bailey di Padang Mantuang, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam.
Upaya ini ditempuh untuk memulihkan konektivitas transportasi yang terputus sejak banjir dan longsor yang melanda Sumatera sejak akhir bulan November lalu.
"Proses pemasangan jembatan ini melibatkan dukungan penuh dari unsur Zeni TNI AD yang terdiri dari 25 personil Zeni Tempur 2/SG Prabumulih, 50 personil Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) 896/Serumpun Pseko, 5 personil Batalyon Perbekalan dan Angkutan Kodam XX/ Tuanku Imam Bonjol serta anggota dari Kodim 0308 Padang Pariaman," ungkap Komandan Peleton Batalyon Zeni Tempur 2/SG Prabumulih Letnan Dua Czi Muhammad Asri Lubis dalam keterangannya, Jumat, 12 Desember.
Jembatan Padang Mantuang sebelumnya terseret arus hingga memutus jalur yang menghubungkan Korong Padang Mantuang dengan Nagari Kayu Tanam. Kondisi serupa juga dialami sejumlah titik lain di Padang Pariaman akibat banjir dan longsor, sehingga menghambat pergerakan warga hingga distribusi kebutuhan dasar.
Pemasangan jembatan Bailey diputuskan sebagai opsi tercepat untuk mengembalikan akses masyarakat. Jembatan ini dikirim dari satuan Zeni Tempur 2/Samara Grawira Kodam II Sriwijaya Prabumulih, dengan panjang 30 meter dan lebar 3,9 meter.
Struktur Bailey tersebut dirancang menahan kendaraan ringan hingga truk logistik dengan tonase maksimal 20 ton.
"Semua anggota yang terlibat tetap semangat bekerja walau sedang diguyur hujan, Kita akan percepat prosesnya agar jembatan ini dapat segera digunakan oleh masyarakat yang berada di wilayah Kecamatan 2x11 kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman," ujar Asri.
BACA JUGA:
Pekerjaan sudah dimulai sejak 10 Desember 2025 dan ditargetkan rampung pada 16 Desember 2025. Hingga Kamis, 11 Desember, progres baru mencapai 27 persen. Kondisi cuaca yang masih kerap hujan deras menjadi tantangan utama di lapangan.
Tim teknis Zeni TNI AD memastikan seluruh tahapan pemasangan mengikuti standar keselamatan konstruksi, mulai dari pemasangan penyangga sementara, pengecekan pondasi, hingga pemeriksaan struktur secara berkala.
Padang Mantuang menjadi salah satu dari empat jembatan prioritas yang tengah dikerjakan di Sumatera Barat. Tiga lokasi lainnya yakni Jembatan Sikabau di Kabupaten Pasaman Barat, Jembatan Supayang, dan Jembatan Bawah Kubang di Kabupaten Solok.