Bagikan:

JAKARTA - Manajemen PT Terra Drone Indonesia akhirnya angkat bicara terkait insiden kebakaran yang menimpa kantor pusat perusahaan di Jalan Letjen Suprapto, Kemayoran, Jakarta Pusat, hingga menimbulkan korban jiwa.

Perusahaan menyampaikan duka mendalam sekaligus menegaskan seluruh penjelasan mengenai penyebab dan kronologi kejadian masih menunggu hasil investigasi kepolisian."Atas nama seluruh manajemen dan karyawan, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Kami sangat berduka atas kehilangan ini, dan hati serta doa kami bersama keluarga yang ditinggalkan. Semoga keluarga diberi kekuatan dan ketabahan," tulis keterangan manajemen PT Terra Drone Indonesia, dikutip Rabu, 10 Desember.

Perusahaan mengklaim akan memberikan pendampingan bagi keluarga korban, termasuk dukungan yang dibutuhkan selama proses penanganan.

Terra Drone menyebut tengah berkoordinasi dengan RS Polri serta tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri dalam proses identifikasi dan penanganan korban. Prosedur investigasi resmi juga telah berjalan sejak hari kejadian.

"Saat ini PT Terra Drone Indonesia bekerjasama dengan RS Polri dan team DVI (Disaster Victim Identification) Polri," ucap manajemen.

Manajemen akan memberi keterangan resmi lanjutan mengenai langkah lebih lanjut pascakejadian kebakaran setelah hasil investigasi oleh aparat kepolisian selesai.

"Untuk mencegah beredarnya informasi yang tidak tepat, dengan ini kami menegaskan pihak yang berhak memberikan penjelasan resmi terkait penyebab, perkembangan, maupun hasil investigasi adalah pihak berwenang," ujarnya.

Manajemen juga menegaskan akan menjaga transparansi dan mendukung proses penanganan insiden ini sampai tuntas.

Peristiwa kebakaran pada gedung di Jalan Letjend Suprapto itu terjadi pada Selasa, 9 Desember pukul 12.43 WIB. Korban jiwa akibat kebakaran di gedung penjualan drone ini sebanyak 22 orang. Korban terdiri dari 15 perempuan dan 7 laki-laki.

BPBD mencatat korban yang berada di dalam gedung Terra Drone Indonesia sebanyak 76 orang pegawai. Dalam insiden kebakaran yang terjadi, sebanyak 54 orang berhasil diselamatkan dan kini menjalani perawatan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat kemarin melanggar aturan standar keselamatan bangunan. Hal ini diketahui Pramono usai meninjau langsung lokasi kejadian dan berdiskusi dengan Kapolres Jakarta Pusat serta jajaran Pemprov DKI pascapemadaman dan proses evakuasi selesai dilakukan.

"Sebenarnya begini, problem utamanya adalah kalau semuanya mentaati aturan pasti tidak terjadi. Ini kan pasti dibangun tanpa aturan," kata Pramono ditemui di Hotel Mulia, Jakarta Pusat.

Menurut Pramono, kondisi fisik gedung penyimpanan dan penjualan drone ini menunjukkan indikasi kuat standar keselamatan tidak dipenuhi sejak awal pembangunan.

Ia menyoroti struktur bangunan yang tidak sesuai ketentuan dan minim fasilitas penyelamatan darurat, yang akhirnya berdampak fatal saat api muncul dan asap cepat memenuhi ruangan.

"Kalau saya lihat struktur dan sebagainya pasti mereka melanggar aturan. Karena apa? Tangganya kecil banget, dan itu yang menyebabkan beberapa orang yang gak bisa turun ke bawah," ujar Pramono.