Bagikan:

TEGAL – Museum Semedo resmi dibuka untuk publik setelah Menteri Kebudayaan Fadli Zon menandatangani prasasti peresmian di Desa Semedo, Kabupaten Tegal, Selasa 2 Desember. Museum yang dibangun sejak 2015 di atas lahan 10.582 m² itu kini menjadi pusat informasi kepurbakalaan dengan rata-rata kunjungan 6.000 orang per bulan.

Fadli menegaskan pentingnya museum ini bagi dunia paleoantropologi. Ia menyoroti temuan Homo erectus yang pernah menjadi berita besar internasional. “Ini satu rangkaian jejak manusia purba. Temuan di Nusantara membentuk 50–60 persen dari koleksi dunia,” ujarnya.

Menbud berharap Museum Semedo berkembang sebagai ruang edukasi dan ruang kultural, termasuk menarik minat generasi muda. Ia mendorong promosi kreatif melibatkan influencer agar publik memahami nilai temuan Semedo sebagai national treasure. “Kekayaan budaya ini tidak bisa dihargai dengan uang. Temuannya sangat langka,” kata Fadli.

Lebih lanjut Menbud mengatakan, "Kalau kita lihat di museum-museum di negara lain itu pendapatan utamanya bukan dari tiket, tiket itu hanya 30%, apalagi disini kan tiketnya relatif murah ya, Rp 8000, murah sekali, ini juga perlu dipikirkan. Tapi pendapatan utama dari museum itu merchandise. Kira-kira pendapatan dari merchandise atau souvenir yang ada di museum itu 50%".

Dengan status sebagai Badan Layanan Umum, Museum Semedo disebut bisa bekerja sama dengan swasta hingga mengembangkan potensi Intellectual Property (IP).

Penanggung Jawab Museum Semedo, Gatut Eko Nurcahyo, menambahkan bahwa museum ini menduduki peringkat kedua destinasi wisata terpopuler di Tegal—satu-satunya destinasi berbasis warisan budaya. Ia menilai data tersebut membuktikan warisan budaya mampu menjadi titik temu berbagai sumber daya masyarakat.

Museum Semedo kini memamerkan lebih dari 3.100 koleksi artefak, fosil biologis, dan geologis. Setelah meresmikan, Fadli meninjau ruang pamer bersama Dirjen Pengembangan Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra serta jajaran lainnya.

Dengan kunjungan yang terus tumbuh, Museum Semedo diharapkan menjadi motor penggerak pemajuan kebudayaan di Tegal dan pusat riset prasejarah yang semakin strategis.