Bagikan:

JAKARTA — Pasamuan Agung IV Walubi resmi dibuka di JIExpo Jakarta, Sabtu, 29 November, dengan penegasan Menteri Kebudayaan Fadli Zon bahwa Dharma merupakan pilar penting dalam membentuk peradaban Nusantara.

Fadli menegaskan Indonesia mewarisi tradisi besar Sriwijaya dan Mataram Kuno yang menjadikan Dharma sebagai landasan pembelajaran dan kebudayaan. Ia menyebut pemerintah terus memperkuat pelestarian budaya, mulai dari konservasi situs Buddha hingga revitalisasi tradisi.

“Kita berharap situs-situs ini tidak sekadar menjadi monumen, tetapi living heritage,” ujar Fadli.

Pasamuan Agung yang menjadi forum tertinggi Walubi akan menetapkan Ketua Umum DPP Walubi 2025–2030 dan membentuk Tim Formatur melalui sejumlah sidang pleno dan paripurna. Forum ini dihadiri 1.500 umat Buddha dari seluruh Indonesia.

Ketua Panitia Pasamuan Agung IV Walubi, Rudy Sumanto, menyebut kehadiran pemerintah sebagai bentuk dukungan terhadap umat Buddha. “Ini kebanggaan bagi kami,” katanya.

Ketum DPP Walubi 1998–2025, S. Hartati Murdaya, menekankan pentingnya Dharma Agama dan Dharma Negara dalam memperkuat pemahaman ajaran Buddha. Ia juga menyoroti pentingnya pelestarian kawasan bersejarah Buddha, khususnya Muarajambi.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menambahkan bahwa Dharma harus menjadi sumber kedamaian antarumat beragama. Ia menilai praktik cinta kasih universal mampu menangkal radikalisme dan intoleransi.

Pembukaan Pasamuan Agung ditandai pemukulan tambur oleh Menbud, Menag, Hartati Murdaya, dan Rudy Sumanto.

“Selamat melaksanakan Pasamuan Agung. Semoga berjalan lancar,” kata Fadli.