MALUKU TENGAH – Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon meninjau tiga Situs Bersejarah di Hila-Kaitetu, Maluku Tengah, dan menekankan perlunya percepatan pelestarian warisan budaya yang menyimpan jejak peradaban dunia di jalur rempah.
Fadli pertama meninjau Benteng Amsterdam, situs yang mencatat fase awal kedatangan Portugis dan Belanda. Ia menyebut benteng ini menjadi pusat pengawasan, permukiman, dan perdagangan rempah. “Benteng Amsterdam masih berdiri kokoh. Portugis masuk pertama kali ke sini, lalu dilanjutkan Belanda. Rumphius juga pernah tinggal di tempat ini,” ujar Menbud Fadli,Jumat, 28 November.
Dari benteng, Menteri Kebudayaan menuju Gereja Immanuel yang diperkirakan berdiri sejak 1512. Gereja ini masuk kawasan bersejarah Benteng Amsterdam dan kini sedang direhabilitasi oleh Kementerian Kebudayaan. “Kayu, dinding, dan atapnya hampir selesai,” kata Fadli.
Kunjungan berlanjut ke Masjid Tua Wapauwe, masjid tertua di Maluku yang dibangun pada 1414. Fadli menilai masjid ini menjadi bukti kuat perkembangan awal Islam di Maluku dengan konstruksi tradisional tanpa paku. Ia meninjau tiang alif, termasuk replika barunya, serta mengingatkan perlunya perawatan atap setiap 10–20 tahun.
BACA JUGA:
“Arsitekturnya luar biasa dan tetap terjaga. Masjid ini juga masih aktif digunakan,” ujarnya.
Juga hadir Plh. Sekda Maluku Kasrul Selang, Kadisdikbud Maluku Sarlota Singerin, dan Kadis Pariwisata Maluku Achmad Jais. Menbud Fadli didampingi Staf Khusus Rachmanda Primayuda, Direktur Sejarah dan Permuseuman Agus Mulyana, dan Kepala BPK Wilayah XX Maluku Dody Wiranto.
Fadli menegaskan, pelestarian situs bersejarah di Maluku penting untuk memastikan warisan budaya tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.