Bagikan:

JAKARTA - Anggota Komisi V DPR Sudjatmiko, meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk segera menjalin sinergi dengan perusahaan transportasi daring dalam pembangunan shelter atau pos peristirahatan khusus bagi mitra pengemudi ojek online.

Menurutnya, fasilitas tersebut penting sebagai solusi atas persoalan parkir liar dan pengemudi ojek online yang mangkal di bahu jalan. Di mana hal tersebut kerap mengganggu ketertiban serta membahayakan pengguna jalan.

“Ini juga aspirasi dari para pengendara online saat kami reses,” ujar Sudjatmiko, Kamis, 20 November. 

Legislator PKB itu pun menyoroti banyaknya terminal angkutan umum yang beralih fungsi atau kurang dimanfaatkan. Menurutnya, terminal itu dapat dioptimalkan sebagai tempat singgah transportasi daring roda dua.

“Kita tahu sekarang terminal banyak yang beralih fungsi. Kalau bisa, kendaraan online masuk ke terminal sehingga tidak berhenti di pinggir jalan yang berbahaya,” katanya.

Sudjatmiko menyebut, beberapa Pemerintah Daerah (Pemda) telah menyatakan kesiapan menyediakan lahan fasilitas umum. Ia menilai, shelter tidak perlu besar, cukup berupa ‘halte motor’ dengan fasilitas dasar.

“Pengendara roda dua membutuhkan sumber listrik. Jadi halte kecil sudah cukup, mungkin tidak sampai 200 meter, yang penting ada tempat berteduh, mengisi daya, dan tidak sembarangan berhenti,” jelasnya.

Menurut Sudjatmiko, para pengemudi ojek online merupakan warga negara yang berkontribusi besar dalam menutupi kekurangan angkutan publik. Karenanya, ia menilai, penyediaan fasilitas layak menjadi bentuk apresiasi sekaligus solusi persoalan lalu lintas.

Sudjatmiko pun mendorong Kemenhub mengambil langkah konkret demi ketertiban lalu lintas dan kesejahteraan mitra transportasi daring.

“Harapannya ini dapat diwujudkan, bisa melalui kerja sama dengan pemerintah daerah atau memanfaatkan terminal-terminal yang memungkinkan,” pungkasnya.