Bagikan:

JAKARTA - Bentrokan antarkelompok pemuda antara Kampung Sapiria dengan Borong Taipa (Borta) mengakibatkan tujuh rumah panggung hangus terbakar ketika tawuran pecah di area tempat pekuburan umum (TPU) Beroangin, Panampu, Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan.

"Informasi sementara, rumah (panggung) itu ada tujuh petak di situ. Belum bisa kita pastikan detail selanjutnya. Diluncurkan empat regu dari Ratulangi dan satu regu dari carester Ujung Tanah, sekitar 15 armada," kata Kabid Operasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar, Cakrawala, Selasa, 18 November dilansir ANTARA.

Terkait dengan penyebab kebakaran, kata dia, masih diselidiki. Tapidari informasi yang beredar itu dilakukan dengan sengaja saat terjadi bentrokan antardua kelompok ini. Selain itu, dugaannya ditemukan jerigen bahan bakat di tempat kejadian perkara (TKP).

"Kemungkinan besar ini dilakukan dengan sengaja. Karena di lokasi juga ada temuan terkait dengan jerigen yang berisikan bahan bakar. Dan memang pada saat tawuran berlangsung banyak ledakan petasan juga. Tapi untuk penyebab kepastiannya masih diselidiki polisi," tuturnya.

Kapolsek Tallo Komisaris Polisi Syamsuardi membenarkan kebakaran tersebut dipicu perang kelompok. Meski dikabarkan ada seorang meninggal terkena senapan angin, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut.

"Katanya ada (meninggal), tapi untuk itu kita masih melakukan pendalaman, masih penyelidikan apakah (kena) peluru itu atau bagaimana," ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Devi Sujana mengatakan pihaknya sudah membubarkan bentrokan antarkelompok kampung tersebut dengan menurunkan personel dari Polsek Tallo, Reskrim, Sabhara dan intel Satnarkoba untuk mengamankan situasi di TKP.

"Tadi sempat banyak sekali massa di sekitar sini, sehingga memerlukan pengamanan agar pemadam kebakaran bisa masuk agar bisa memadamkan api dengan maksimal, itu yang pertama," papar dia.

Ppnyebab kebakaran masih didalami pihak kepolisian. Saatini polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Saat tawuran sempat dilerai sama anggota berseragam, dan anggota yang berpakaian sipil. Sementara untuk penyebab kebakaran masih kita dalami," tutur Devi.

Saat ditanyakan kabar adanya korban meninggal terkena senapan angin diduga memicu bentrokan antarkelompok, polisimasih menyelidiki.

“Itu masih kita lakukan penyelidikan juga penyebabnya. Kita masih mengumpulkan bukti, berkoordinasi rumah sakit juga kira-kira penyebabnya apa. Polisi selalu hadir mencegah, walaupun di dalam proses itu kita kadang mendapatkan perlawanan dari pihak yang melakukan tawuran," katanya.