Bagikan:

JAKARTA - Otoritas Pakistan menangkap anggota militan atas dugaan keterlibatan mereka dalam bom bunuh diri mematikan di luar pengadilan distrik di ibu kota. Serangan itu menewaskan 12 orang dan melukai 28 lainnya.

Kedua pria tersebut diduga anggota Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP) yang dilarang. Salah satu tersangka, Sajid Ullah, diyakini memegang bom yang digunakan dalam serangan bunuh diri di pengadilan di Islamabad pada Selasa.

Kedua pria tersebut ditangkap dalam operasi gabungan oleh Biro Intelijen dan Departemen Antiterorisme negara.

Penangkapan itu terjadi sehari setelah Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi mengatakan warga negara Afghanistan melakukan bom bunuh diri di Islamabad dan Pakistan barat laut awal pekan ini.

Ullah mengatakan kepada penyidik, ​​Saeed-ur-Rehman, seorang komandan TTP, memerintahkan serangan di Islamabad melalui aplikasi perpesanan Telegram. Komandan tersebut, yang juga dikenal sebagai Daadullah, mengirimkan foto-foto pelaku bom bunuh diri, seorang warga negara Afghanistan, kepada Ullah dengan perintah untuk menerimanya setelah ia melintasi perbatasan ke Pakistan dari Afghanistan, tempat ia tinggal di Provinsi Nangarhar, kata pemerintah.

Ullah mengatur akomodasi bagi pelaku bom bunuh diri di dekat Islamabad dan kemudian mengambil rompi peledak bunuh diri dari pemakaman di kota Peshawar di Pakistan barat laut atas instruksi Daadullah sebelum mengangkut rompi tersebut ke ibu kota, kata pemerintah.

Daadullah, yang berasal dari wilayah Bajaur di Pakistan, merupakan bagian dari sayap intelijen TTP dan saat ini bersembunyi di Afghanistan.