JAKARTA - Turki menghentikan sementara penerbangan pesawat kargo militer C-130 sebagai tindakan pencegahan, menyusul kecelakaan di Georgia yang merenggut nyawa 20 personel militer di dalamnya.
Pesawat kargo nahas tersebut sedang terbang dari Ganja, Azerbaijan ke Turki ketika jatuh di kotamadya Sighnaghi, Georgia, dekat perbatasan Azerbaijan, pada hari Selasa. Penyebab kecelakaan tersebut sedang diselidiki.
Para personel militer tersebut merupakan bagian dari unit yang bertanggung jawab atas pemeliharaan dan perbaikan jet F-16 Turki yang terbang ke Azerbaijan untuk berpartisipasi dalam perayaan Hari Kemenangan negara tersebut.
Peristiwa tersebut menandai keberhasilan militer Azerbaijan pada tahun 2020 atas Armenia untuk menguasai wilayah Karabakh, yang dikenal secara internasional sebagai Nagorno-Karabakh, konflik yang telah berlangsung hampir empat dekade.
Kementerian Pertahanan Nasional Turki mengatakan penerbangan C-130 dihentikan sementara untuk memungkinkan pesawat tersebut menjalani inspeksi teknis terperinci.
Hanya mereka yang berhasil lulus pemeriksaan yang akan diizinkan untuk melanjutkan penerbangan.
Dilansir ABC News, Kamis, 13 November, pesawat kargo militer C-130 banyak digunakan oleh angkatan bersenjata Turki untuk mengangkut personel dan menangani operasi logistik.
Turki mengirimkan tim investigasi kecelakaan untuk menentukan penyebab kecelakaan.
Baca juga:
- https://voi.id/berita/533388/presiden-israel-minta-pemukim-yahudi-setop-kekerasan-ke-warga-palestina-di-tepi-barat
- https://voi.id/berita/533368/skandal-korupsi-100-juta-dolar-as-di-tengah-perang-ukraina-goyang-pemerintahan-zelenskyy
- https://voi.id/berita/533360/meksiko-tutup-13-kasino-ladang-cuci-uang-jutaan-dolar-konglomerat-grupo-salinas-murka
- https://voi.id/berita/533358/trump-boikot-ktt-g20-presiden-afsel-as-bakal-rugi-sendiri
[/see_also
Kementerian mengatakan perekam data penerbangan dan perekam data suara kokpit pesawat telah dikirim ke Turki dan sedang diperiksa di Ankara.
Pesawat tersebut dibeli dari Arab Saudi pada tahun 2012 dan ditambahkan ke inventaris Angkatan Udara Turki pada tahun 2014 setelah menjalani prosedur perawatan.
Pesawat tersebut kemudian dimodernisasi dan telah digunakan sejak tahun 2022. Perawatan terjadwal terakhirnya selesai pada 12 Oktober, kata kementerian.
Kementerian mengatakan tidak ada amunisi di dalam pesawat saat jatuh.
Puing-puing pesawat tersebar di beberapa lokasi, sedangkan jenazah korban ke-20 ditemukan pada Kamis.
Pemakaman akan dilaksanakan setelah jenazah dikembalikan ke Turki dan autopsi selesai.