Bagikan:

JAKARTA - Sejumlah ruas jalan dan permukiman di Jakarta terendam banjir akibat hujan deras yang melanda pada Kamis petang kemarin. Salah satu wilayah terdampak parah adalah Jalan Kemang Raya dan sekitarnya, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, banjir di kawasan Kemang terjadi akibat keretakan tanggul di aliran Kali Krukut yang menyebabkan kebocoran dan melimpasnya air ke jalan.

"Kenapa Kemang Raya kemarin terjadi banjir begitu? Memang ada patahan, ada tanggul yang dimiliki oleh Kemang Village yang retak dan kemudian bocor sehingga air Kali Krukut meluap," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat, 31 Oktober.

Ia menjelaskan, saat banjir terjadi, petugas langsung mengaktifkan lima pompa air untuk mengalirkan air kembali ke sungai. Hingga Jumat dini hari pukul 01.16 WIB, banjir di wilayah Kemang telah sepenuhnya surut.

Pramono menyebut, peristiwa ini menjadi dasar pemerintah provinsi untuk mempercepat program normalisasi sungai, terutama pada Kali Ciliwung dan Kali Krukut, yang kerap menyebabkan genangan di wilayah hilir Jakarta.

"Saya sudah minta untuk segera ini ditangani. Pemerintah DKI tetap akan melakukan normalisasi Sungai Ciliwung—penetapan lokasinya sudah saya tandatangani—dan juga normalisasi Kali Krukut yang melewati Kemang Village," ujar Pramono.

Ia menambahkan, banjir di Kemang Raya merupakan masalah berulang yang sudah terjadi selama beberapa tahun.

"Kalau tidak ditangani dari hulu, sampai kapan pun daerah Kem Chicks itu akan selalu begitu. Saya tinggal di daerah itu, sudah hampir 5–6 tahun ini selalu terulang hal seperti ini," kata Pramono.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat puluhan RT sempat terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur Jakarta, Kamis (30/10).

Banjir sempat merendam 55 RT di Jakarta Selatan pada dini hari. Titik genangan tersebar di Kelurahan Petogogan, Bangka, Kuningan Barat, Pela Mampang, Duren Tiga, dan Pejaten Barat, dengan ketinggian air antara 35 hingga 150 sentimeter.

Hingga pukul 10.00 WIB, sebagian besar wilayah sudah surut dan tersisa lima RT di Kelurahan Jati Padang dengan genangan air setinggi sekitar 40 sentimeter.

BPBD menyebut, banjir di lokasi ini disebabkan oleh curah hujan tinggi, luapan Kali PHB, dan jebolnya Tanggul Baswedan.