JAKARTA - Ratusan pengunjuk rasa di Bolivia menolak hasil Pilpres 2025 lantaran dianggap curang turun ke jalan pada Senin waktu setempat setelah diumumkannya Presiden baru Bolivia Rodrigo Paz yang berhaluan kanan-tengah.
Rodrigo Paz, seorang ekonom berusia 58 tahun, memenangkan putaran kedua pemungutan suara Pilpres Bolivia 2025 pada Minggu pekan kemarin dengan raihan 54,5 persen suara, mengalahkan rivalnya petahana sayap kanan Jorge Quiroga.
Mengutip AFP, Selasa 21 Oktober, para demonstran meneriakkan "kecurangan" saat long march di alun-alun La Paz, lokasi kantor presiden dan parlemen, sebelum akhirnya dibubarkan oleh polisi tanpa menimbulkan bentrokan.
Quiroga mengakui kekalahan dan memberi selamat kepada Paz sambil mengumumkan bahwa catatan akan diverifikasi dalam beberapa hari mendatang sebagai tanggapan atas tuduhan penyimpangan.
BACA JUGA:
Beberapa tuduhan terkait Pilpres Bolivia 2025 beredar di media sosial tetapi masih belum ada bukti signifikan yang membenarkan.
Kemenangan Paz menandai berakhirnya 20 tahun pemerintahan sayap kiri di Bolivia, negara yang saat ini sedang mengalami krisis ekonomi terburuk dalam empat dekade.
Mahkamah Agung Pemilihan Umum Bolivia mengumumkan hasil pilpres pada Minggu 19 Oktobber.
Ketua MA Bolivia Oscar Hassenteufel kemudian membantah tudingan kecurangan kemarin, seraya menambahkan bahwa "kata kecurangan seharusnya dilarang di Bolivia."